Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menetapkan Kota Bandung berstatus siaga bencana banjir sampai Mei 2017. Ketetapan itu sesuai titah Gubernur Jabar Ahmad Heryawan lewat surat bernomor 360/284-BPBD yang ditandatangani pada 1 November 2016 lalu.
Ketetapan itu sesuai rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa curah hujan di berbagai daerah di Jabar cukup tinggi sampai Mei 2017.
"Gubernur (Ahmad Heryawan) sudah berikan arahan siaga. Maka Bandung ikutin arahan siaga banjir sampai Mei 2017, dengan segala konsekuensinya," kata pria yang akrab disapa Emil, di Pendopo, Kota Bandung, Kamis (17/11).
Belakangan ini Bandung cukup sering diguyur hujan ekstrem. Akibatnya, bencana banjir langsung menyergap Ibu Kota Jawa Barat di beberapa titik. Beberapa titik banjir terparah yang jadi sorotan adalah kawasan Pagarsih, Pasteur dan Gedebage.
Emil menegaskan, Pemkot Bandung terus berbenah untuk mengatasi banjir. Solusi jangka pendek, menengah dan panjang disiapkan di masa kepemimpinannya yang sudah memasuki tahun ketiga.
"Sebanyak 10.000 biopori akan dibuat, selanjutnya 2.000 sumur resapan, yang saat ini tengah diminta titik-titiknya pada camat," ungkapnya.
Parkir air atau yang disebut kolam retensi menurutnya sudah dibangun salah satunya di Taman Lansia dan akan kembali dibangun dibeberapa titik.
"Ada lima titik yang terdekat ini akan dimulai di Jalan Bima," ujarnya. Langkah ini adalah pengentasan banjir jangka menengah.
Untuk jangka pendek atau yang sifatnya mendesak Pemkot Bandung kata dia menyiagakan tol air. Tol air ini fungsinya menyodetkan air untuk mempercepat ke hilir tidak tumpah ke jalan.
"Tol air ini tidak menyelesaikan 100 persen karena ini hanya bersifat emergency," ungkapnya.
Emil juga menerjunkan 1.500 petugas gorong-gorong yang disebar ke seluruh kelurahan yang setiap harinya akan mengeruk sampah yang menghambat aliran air. Langkah ini diyakini sebagai antisipasi menghadapi musim penghujan yang panjang.
"Setiap hari 1500 petugas gorong-gorong, dibagi merata tiap kelurahan. Kerjanya tiap hari. Pengerukan sungai. Itu dilakukan juga," ungkapnya.
Untuk jangka panjang, Pemkot Bandung akan memperbesar ukuran gorong-gorong dengan ukuran 2X2 meter. Selama menjadi wali kota sudah 30 ruas jalan yang satu paket dengan gorong-gorong.
"Memperbesar gorong2 dua meter. Itu satu paket dengan trotoar. Ini sudah 30 ruas jalan di dua tahun ini. Kenapa enggak semuanya? Duitnya seadanya makanya nyicil. Karena anggaran kan terbatas," ucapnya.