Pasar Aksara ludes setelah kebakaran hebat yang terjadi Selasa (12/7). Ratusan kios tak lagi tersisa di pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1965 tersebut. Di tengah insiden kebakaran tersebut, muncul dugaan adanya praktik korupsi di dalam pengelolaan pasar.Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang membenarkan kabar ini. Bahkan dirinya sudah pernah dipanggil."Saya memang sudah pernah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi ini," kata Benny kemarin.Benny menuturkan, kasus dugaan korupsi yang dimaksud terkait pihak yang diuntungkan, usai berakhirnya kontrak antara PT Aksara Jaya Indah (AJI), selaku pengelola Aksara Plaza/Buana Plaza, dengan Pemkot Medan pada 2011.Dengan berakhirnya kontrak itu, seharusnya pengelolaan lantai 3, 4 dan 5 yang ada di atas Pasar Aksara dikembalikan ke Pemkot Medan, sehingga bisa memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Namun, hal itu tidak terjadi."Jadi yang ditanya itu siapa saja yang mendapat manfaat setelah 2011 itu. Saya menjawab yang saya tahu saja, karena saya menjabat Dirut PD Pasar sejak 2012," jelasnya.Pasar Aksara berada di bangunan Aksara/Buana Plaza, tepatnya pada sisi sebelah Jalan Prof HM Yamin. Namun selama ini, hanya lantai 1 dan 2 bagian itu yang dikelola PD Pasar Kota Medan. Sementara sisanya dikelola PT AJI, selain bagian bangunan yang ditempati Ramayana Aksara.
Advertisement
Bagian gedung yang dialokasikan untuk pasar berada di atas lahan Pemkot Medan. Namun, lantai 3, 4, dan 5 serta lokasi parkir tetap dikelola PT AJI. Perusahaan ini disebutkan sebagai pemilik dan pengelola bagian lain dari gedung itu, termasuk lahan yang ditempati Ramayana Aksara."Itu kan bisnis sesuai MoU pada 1985, karena PT AJI yang membangun seluruh gedung ini, mereka meminta pengelolaan itu. Namun, kontraknya berakhir pada 2011. Jadi kasus dugaan korupsinya, terkait siapa yang mendapat manfaat setelah berakhirnya kontrak," jelas Benny.Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan menyatakan, kasus dugaan korupsi itu masih dalam penyelidikan."Baru, baru kemarin itu sejak kebakaran itu," kata Toga.Meski begitu, Toga malah membantah sudah ada yang dimintai keterangan terkait kasus itu."Belum ada," katanya.Selain korupsi, muncul juga kabar bahwa kebakaran Pasar Aksara merupakan tindakan sabotase.
Advertisement
Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto yang ditanya terkait penyebab kebakaran menyatakan belum ada kesimpulan."Karena kita masih bekerja. Tim Labfor masih bekerja dari pagi. Kita perintahkan Polsek harus betul-betul menjaga status quo. Karena di dalam banyak perangkat, seperti emas dan lainnya," sebut Adhi.Sementara itu, enam orang diperiksa terkait kebakaran ini. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol L Zendrato merinci, saksi yang dimintai keterangan adalah sekuriti Pasar Aksara yang mengetahui peristiwa itu."Hingga saat ini yang masih diperiksa pihak berwajib adalah sekuriti Pasar Aksara, dan belum lagi pedagang yang menjadi korban kebakaran tersebut," ujar Kompol Zendrato.Ia menjelaskan, mengenai kasus kebakaran yang cukup besar tersebut, sampai saat ini belum dapat diketahui penyebabnya dan masih sedang diselidiki pihak berwajib."Kita belum dapat menyimpulkan asal api dan penyebab kebakaran tersebut," katanya.