Daging impor tanpa label halal di swalayan Samarinda bikin resah

"Daging tidak berlabel halal itu, bisa menimbulkan keraguan konsumen untuk membeli dan mengonsumsinya."

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Daging impor tanpa label halal di swalayan Samarinda bikin resah
Ilustrasi Daging. ©2015 Merdeka.com

Sidak tim gabungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, LPPOM MUI Kaltim, Polda Kaltim, Disperindagkop Kaltim, Rabu (15/6) menemukan daging impor tidak berlabel halal. Daging itu dinilai meresahkan konsumen.Daging dalam kemasan tidak berlabel halal itu ditemukan tim saat menyidak salah satu swalayan jaringan nasional. Petugas swalayan mengaku, daging itu halal, dan labelnya sudah dimiliki oleh pemasok daging."Daging tidak berlabel halal itu, bisa menimbulkan keraguan konsumen untuk membeli dan mengonsumsinya," kata Auditor Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Kosmetik dan Makanan (LPPOM) MUI Kaltim, Marwati, kepada wartawan di sela sidak.Menurut Marwati, apabila konsumen meminta label halal, namun pihak supermarket maupun swalayan tidak bisa menunjukkan label halal, maka konsumen patut mewaspadainya."Kegiatan (sidak) ini sifatnya lebih kepada upaya pembinaan. Kalau berlabel halal, konsumen tidak perlu tanya lagi daging ini halal atau tidak. Karena kan sudah terpampang di kemasannya," ujar Marwati.Selain urusan daging tak berlabel halal, tim gabungan juga menemukan makanan ringan dalam kemasan rusak. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kota Samarinda sebagai penggagas sidak, meminta penjual untuk memusnahkannya."Kami minta untuk tidak lagi dijual, dimusnahkan oleh penjual. Sejauh ini, kami tidak menemukan adanya makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa," kata Kepala BPOM Samarinda, Fanani Mahmud, kepada wartawan.Dalam kesempatan itu, tim juga meminta masyarakat lebih mewaspadai penjualan makanan, di berbagai tempat. Terlebih lagi, di saat bulan Ramadan ini, dan menjelang lebaran Idul Fitri mendatang. Rencananya kegiatan serupa, kembali digelar tanpa dipastikan waktunya.

Rekomendasi