Industri kuliner dan produk olahan daging di Indonesia kedatangan pemain baru dari Negeri Sakura. Pemerintah Prefektur Miyazaki, Jepang, membidik target ekspor hingga 20 ton daging sapi berkualitas tinggi ke Indonesia untuk tahun anggaran berjalan.
Aksi korporasi dan ekspansi pasar ini menyusul diraihnya sertifikasi halal resmi oleh Prefektur Miyazaki yang diakui pemerintah Indonesia. Dengan izin administratif tersebut, produk olahan ternak khas Miyazaki kini dapat masuk secara sah untuk memenuhi permintaan konsumen muslim di tanah air.
Peresmian masuknya komoditas ini digelar dalam sebuah resepsi diplomatik dan bisnis, melalui kolaborasi bersama distributor lokal PT Indosps Bogatama Sukses.
Memasuki pasar impor daging nasional yang selama ini didominasi produk asal Australia, pihak Prefektur Miyazaki menyiapkan strategi penetrasi pasar bertahap.
Pada tahap awal, pasokan daging sapi impor ini diarahkan untuk mengisi rantai pasok sektor perhotelan (hospitality), sebelum nantinya didistribusikan secara luas ke jaringan ritel umum. Sebagai langkah perkenalan, pameran kuliner selama sebulan penuh tengah digelar di sejumlah restoran terkemuka di Jakarta.
Ke depannya, pemerintah prefektur akan terus mematangkan jalur distribusi agar target volume ekspor 20 ton dapat terealisasi dengan lancar.
Advertisement
Jamin Kelayakan Halal dan Kualitas Marbling
Guna memenuhi regulasi impor Indonesia yang ketat, seluruh proses produksi dikerjakan langsung di negara asal. Fasilitas pengolahan dan penyembelihan terpadu yang berlokasi di Kota Saito, Jepang, telah mengantongi sertifikat halal resmi yang diakui otoritas Indonesia.
Wakil Gubernur Prefektur Miyazaki, Toshiro Hinokuma, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar ganda yang ketat, yaitu menjaga mutu tinggi daging sekaligus mematuhi kaidah syariat.
"Kami olah mengikuti tata cara halal. Kami perhatikan dua aspek sekaligus, yaitu kualitas daging dan juga syarat-syarat halal," ujar Hinokuma.
Keunggulan utama dari daging sapi Miyazaki ini terletak pada serat lemak (marbling) yang tersebar merata di dalam Daging. Keseimbangan struktur antara daging dan lemak tersebut menciptakan tekstur lembut yang khas saat dipanggang, sekaligus menjadi pembeda utama dari daging sapi impor asal negara lain.
"Rasio lemak dan daging, dan cara berpadunya, semuanya penting. Daging yang komposisinya menyatu baik akan memberi keseimbangan cita rasa tertentu ketika dipanggang," tambah Hinokuma.
Melalui ekspansi ini, Prefektur Miyazaki optimistis dapat membuka ceruk pasar baru di kawasan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang selama ini belum terjangkau. “Selama ini, produk kami belum terjangkau ke berbagai negara muslim. Jadi, kami berharap supaya masyarakat di negara-negara tersebut nantinya bisa menikmati daging sapi Miyazaki,” tutup Hinokuma.