Menteri Yuddy resmi cabut laporan ancaman guru honorer

Sebab, Mashudi sudah meminta maaf kepada Yuddy.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Menteri Yuddy resmi cabut laporan ancaman guru honorer
Menteri Yuddy cabut laporan guru honorer. ©2016 merdeka.com/faiq hidayat

Sekretaris Pribadi MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi, Reza Pahlevi mencabut laporan SMS ancaman yang dilakukan guru honorer di Brebes, Mashudi (38). Sebab, Mashudi sudah meminta maaf kepada Yuddy."Pak Menpan sebagai pejabat tinggi negara memaafkan apa yang dilakukan Mashudi. Jadi saya datang kemari ditugaskan untuk mencabut apa yang saya laporkan. Alasan mencabut karena permohonan maaf. Jadi Pak Mashudi mengirimkan surat secara tertulis yang dibawa Siswono," kata Reza Pahlevi saat menyambangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/3)."Video pak Mashudi ketika di tahanan dan itu sudah ditunjukkan pada MenPAN-RB di kantor," lanjut dia.Menurut dia, Yuddy masih mengkaji kenaikan gaji guru honorer bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Mereka masih mencari solusi yang terbaik bagi guru honorer di seluruh Indonesia."Kenaikan guru honorer terkait hal tersebut masih dalam kajian baik Menpan dan keuangan. Masih kita dicarikan upaya dan solusi seperti apa," kata dia.Sementara di kesempatan lain, Kuasa Hukum Yuddy Chrisnandi, Agung Achmad Wijaya mengatakan bentuk SMS ancaman Mashudi sudah mengancam kejiwaan keluarga politikus Partai Hanura tersebut. Oleh sebab itu, kata dia, wajar Yuddy melaporkan warga Brebes tersebut ke Polda Metro Jaya."Pada saat SMS dilakukan nadanya menghujat, memaki, itu pak yudi tidak menanggapi karena di anggap hanya orang yang sakit hati. Namun ketika sampai pada ancaman intinya membantai keluarga dan sebagainya. Sebagai warga negara memiliki hak melaporkan pada kepolisian karena jika terjadi sungguh kan maka akan menyesal kalau tidak di laporkan," kata dia.Pada saat penangkapan, kata dia, polisi terus melakukan mengirimkan pesan singkat kepada Mashudi. Menurutnya, cara tersebut untuk melacak keberadaan pelaku tersebut."Jadi dalam proses SMS itu memang ada cara dari pihak kepolisian untuk mengulur agar dapat diketahui dari mana SMS ini. Sehingga perlu dilakukan percakapan panjang. Dari situ memang ada ucapan dari Pak Reza, apakah kamu calo, kalau guru tentu tidak seperti ini kata-katanya," tandasnya.

Rekomendasi