Lampu bandara Jalaluddin mati, Lion & Sriwijaya Air gagal mendarat

Penumpang Sriwijaya Air diinapkan di hotel, sementara penumpang Lion Air tidur-tiduran di bandara.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Lampu bandara Jalaluddin mati, Lion & Sriwijaya Air gagal mendarat
Bandara perintis. ©2013 Merdeka.com

Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air dan Sriwijaya Air gagal mendarat di Bandara Jalaluddin, Gorontalo, Kamis (29/10) malam. Penyebabnya lampu di landasan pacu padam.

"Kami berangkat dari Bandara Hasanuddin Makassar pukul 17.20 Wita, harusnya sudah mendarat di Jalaluddin sekitar satu jam kemudian. Tapi pesawat harus balik ke Makassar karena lampu landasan tidak menyala. Katanya dalam perbaikan," kata salah seorang penumpang Lion Air, Evi Namare seperti dikutip Antara.

Gara-gara insiden tersebut, dia bersama ratusan penumpang lainnya terlantar di ruang tunggu Bandara Hasanuddin dan belum menerima kepastian keberangkatan selanjutnya.

"Penumpang Sriwijaya Air diinapkan di hotel, sementara penumpang Lion Air tidur-tiduran di bandara. Katanya pukul 10 malam (22.00 Wita) baru ada kepastian nasib kami," tambahnya.

Evi berharap pihak Bandara Jalaluddin memperbaiki infrastruktur sebagai bagian dari mengutamakan keselamatan penumpang. Pihak bandara belum memberikan keterangan terkait kegagalan pendaratan tersebut.

Rekomendasi