Batik Air diteror bom, penumpang dikarantina di Bandara Hasanuddin

"Kami diperiksa hingga kaus kaki & dilarang keluar dari ruangan karantina," ujar salah seorang penumpang Pieter Saimima.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Batik Air diteror bom, penumpang dikarantina di Bandara Hasanuddin
Pesawat Airbus A320 Batik Air. ©AFP PHOTO/Romeo Gacad

Para penumpang pesawat Batik Air dari Ambon tujuan Jakarta mengaku resah dengan adanya ancaman bom yang menyebabkan mereka terpaksa mendarat dan menjalani pemeriksaan di bandara Internasional Hasanudin, Makassar, Jumat pagi. Salah seorang penumpang, Pieter Saimima, menyatakan dirinya menjalani karantina setelah mendarat di bandara Internasional Hasanuddin."Sebenarnya posisi pesawat sudah lewat Makassar. Namun, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mendarat darurat di bandara Internasional Makassar dengan alasan gangguan teknis," ujar Pieter seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/4).Menurut dia, setelah pesawat mendarat para penumpang langsung diarahkan ke ruangan karantina, selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara intensif. "Kami diperiksa hingga kaus kaki dan dilarang keluar dari ruangan karantina," ujarnya.Pieter yang adalah Kadis Perhubungan Kota Ambon itu ke Jakarta untuk urusan dinas bersama Kadis PU setempat, Brury Nanulaitta. Ia mengaku telah diberikan makanan dan hingga pukul 10.40 WIT belum diizinkan keluar dari ruangan karantina.Penumpang lainnya yang memanfaatkan jasa pesawat tersebut antara lain Sekretaris DPRD Maluku, Roy Manuhuttu, Staf Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov setempat, Umat Alhabsy.Keluarga penumpang Batik Air di Kota Ambon dan sekitarnya meresahkan ancaman bom tersebut sehingga bertanya ke berbagai pihak berkompeten."Kami khawatir sekiranya ancaman bom itu benar dan musibah besar melanda Maluku sekiranya bahan peledak itu meledak di dalam pesawat," kata seorang keluarga penumpang.

Rekomendasi