Enam tahun sudah gelaran balap sepeda internasional Tour de Singkarak digelar di Sumatera Barat. Sayangnya, justru ajang itu malah dikuasai pebalap asing. Belum ada pebalap tuan rumah menjadi juara umum dalam kompetisi itu. Paling hanya sesekali mereka mencuri podium dalam sebuah etape.Namun, pebalap sepeda nasional kini berkarir secara profesional, Dadi Suryadi, tidak patah arang. Pebalap bernaung dalam satu-satunya tim kontinental Indonesia, Pegasus Continental Cycling, menyatakan masih terbuka kesempatan pebalap nasional merebut juara dalam ajang Tour de Singkarak. Dia menyatakan, cara buat bisa bersaing dengan tim-tim profesional asing adalah dengan mengasah keterampilan dan ketangkasan dengan sering ikut lomba di luar negeri."Ya yang penting harus sering kompetisi. Ikut lomba di Asia, Filipina, Eropa. Minimal bersaing di Asia deh. Jadi harus banyak pengalaman. Jadi kita bisa tahu kemampuan kita," kata Dadi kepada merdeka.com, selepas finish di Sangir Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (14/6).Pebalap berusia 25 tahun itu menyatakan, kalau ingin prestasi balap sepeda Indonesia maju, memang harus memperbanyak waktu latihan dan ikut bertarung dalam ajang internasional. Sebab menurut dia, jika hanya mengandalkan kompetisi lokal tidak banyak membantu."Kalau main di lokal-lokal saja susah bersaing. Yang sering kompetisi saja susah menang, apalagi yang jarang latihan," ujar Dadi dengan logat khas Sunda.Dadi juga merasa saat pemerintah dan pihak swasta belum terlalu melirik ajang balap sepeda. Dia menjelaskan, belum banyak sponsor mau bergabung membangun sebuah tim profesional. Dia bahkan nampaknya iri dengan ajang bulutangkis. Sebab dalam tiap kompetisinya bertabur sponsor-sponsor kelas kakap."Iya sih. Kan kita belum banyak sponsor. Kalau bulutangkis kan ada Djarum. Kalau mau organisasi kerjasama sama sponsor," lanjut Dadi.Alternatif lain ditawarkan Dadi adalah supaya Indonesia membangun lebih banyak tim-tim kontinental supaya bisa bertanding di kompetisi profesional asing. Sebab menurut dia, jika hanya mengandalkan tim nasional maka tidak ada jenjang karir buat para pebalap supaya bisa memacu semangat terus meraih prestasi."Kita juga mesti bikin tim kontinental lebih banyak, supaya sering ikut kompetisi di luar. Kan kaya Filipina ada dua, Malaysia satu. Kita baru satu, Pegasus. Kalau ada kan bisa sering kompetisi di luar," ucap Dadi.
Dadi Suryadi ingin pebalap Indonesia juara Tour de Singkarak
Masih terbuka kesempatan pebalap nasional merebut juara dalam ajang Tour de Singkarak.
Advertisement
Rekomendasi