Bom buatan terduga teroris Muhammad Toriq meledak saat sedang dirakit. Badan Intelijen Negara (BIN) tidak mau dikatakan kecolongan dengan meledaknya bom di Tambora, Jakarta beberapa waktu lalu itu."Kata-kata kecolongan, jangan dikatakan BIN tidak bekerja," kata Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Marsekal Muda Ma'ruf Sjamsoedin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/9).Menurut Ma'ruf, koordinasi antara BIN dengan TNI dan polisi sangat intens, sehingga ledakan bom Tambora bukan sebagai bukti lemahnya aparat menumpas teroris. Setiap ada perkembangan penyidikan, BIN selalu menyampaikan hasilnya kepada TNI dan polisi untuk ditindaklanjuti. "Kita bertukar informasi di lapangan," lanjutnya.Bahkan di antara mereka, muncul istilah komunitas intelejen. Di situlah mereka berkumpul, membahas dan menentukan tindakan untuk meringkus teroris."Jadi mereka mengelola dan dikasih barang bukti. Mereka langsung melakukan penangkapan. Itu langkah hukumnya," pungkas Ma'ruf.
Marak bom meledak, BIN bantah kecolongan
Setiap ada perkembangan penyidikan, BIN selalu menyampaikan hasilnya kepada TNI dan polisi untuk ditindaklanjuti.
Rekomendasi