Toriq, si anak mami yang jadi teroris

Infonya waktu pas penangkapan ibunya marahin Toriq," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Toriq, si anak mami yang jadi teroris
Foto Toriq. ©2012 Merdeka.com/dok

Muhamad Toriq bisa dibilang masih setengah hati menjadi teroris. Meski sudah merencanakan sejumlah aksi teror, dia mengurungkan niatnya dan memilih menyerahkan diri ke polisi. Dua kali gagal meracik bom mungkin membuat Toriq tidak percaya diri.Setelah melarikan diri pasca ditemukan bahan peledak di rumahnya pada Rabu (5/9), Toriq secara tiba-tiba menyerahkan diri empat hari kemudian. Polisi menyebut bapak beranak satu itu kangen dengan keluarganya."Alasan menyerahkan dia karena kangen keluarga. Kangen ibu, istri dan anaknya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.Akibat ulah Toriq menyimpan bahan peledak, terpaksa istri dan ibunya diperiksa secara intensif oleh polisi. Tentu melegakan bagi keduanya setelah Toriq menyerahkan diri. Sang ibu juga sempat mendamprat kala bertemu dengan anaknya. "Infonya waktu pas penangkapan ibunya marahin Toriq," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar kemarin.Setelah dilakukan pemeriksaan polisi menyebut Toriq sudah merencanakan empat aksi bom bunuh diri, yaitu Mako Brimob, Pos Polisi Salemba, kantor Densus 88 dan kantor komunitas Buddha di Jakarta. Dia juga diketahui sempat singgah di Bogor, rumah yang siang kemarin di geledah Densus 88.Selain meracik bom di Tambora, Toriq ternyata diketahui berada di Depok saat bom yang melukai tiga orang itu meledak di Jalan Nusantara Beji, Depok pada Sabtu (8/9) malam. "Toriq ada dalam ledakan di Beji, Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.Pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo melihat aksi Toriq merupakan bagian dari sisa-sisa sel teroris yang bergerak secara individu. Melihat dua kegagalan yang terjadi di Tambora dan Depok, bisa dipastikan sepak terjang Toriq masih sangat minim."Kalau dilihat orang ini tidak pengalaman. Di Tambora salah racik, tidak profesional, tetapi punya ambisi besar," katanya.

Rekomendasi