Bismar sosok guru yang humanis

Sehingga sebagai hakim, Bismar juga menyebarkan ilmu kemana-mana. Mencoba mengajarkan orang untuk berkelakuan bijak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bismar sosok guru yang humanis
bismar siregar. merdeka.com/adjatwiratma.files.wordpress.com

Mahkamah Agung (MA) begitu kehilangan atas meninggalnya hakim kebanggan masyarakat Indonesia, Bismar Siregar di RS Fatmawati.Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA, Ridwan Mansyur mengatakan sosok Bismar selain sebagai hakim agung, juga sebagai guru yang baik dan humanis."Sehingga sebagai hakim, dia juga menyebarkan ilmu kemana-mana. Mencoba mengajarkan orang untuk berkelakuan bijak," ujar Ridwan kepada merdeka.com, Kamis (19/4).Menurut Ridwan, salah satu kenangan yang membekas pada dirinya saat almarhum masih menjabat sebagai hakim agung suatu waktu melihat ada hakim yang marah-marah kepada saksi tanpa alasan yang jelas. Melihat perlakuan hakim yang di luar kebiasaan itu, Bismar menasihati agar sebagai hakim tidak berlaku semena-mena."Artinya kita harus memperhatikan orang dalam kesusahan yang ingin mencari solusi, harusnya disejukkan jangan dibentak-bentak," terangnya.Bagi Ridwan, Nasihat inilah yang selalu diingatnya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum di Indonesia. "Itu salah satu model yang ingin saya terapkan dalam perilaku sebagai hakim," pungkasnya.

Rekomendasi