ICW mengaku diteror pendukung Agusrin

Kelompok tersebut tidak melakukan intimidasi fisik kepada anggota ICW. Mereka hanya minta Agusrin tidak dieksekusi.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
ICW mengaku diteror pendukung Agusrin
aktivis LSM melapor ke KPK. merdeka.com/dwi narwoko

Pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku didatangi sekelompok orang tak dikenal. Mereka mempersoalkan eksekusi terpidana korupsi, Agusrin Najamuddin. Sekelompok ini tak terima jika Gubernur Bengkulu nonaktif ini dipenjara empat tahun."Sekelompok orang itu juga mempertanyakan pernyataan ICW di berbagai media perihal dorongan kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan eksekusi putusan kasus korupsi yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap," ujar aktivis ICW Donal Fariz dalam keterangan pers tertulis, Rabu (3/4).Pernyataan ICW saat itu adalah mendorong kejaksaan melakukan eksekusi terhadap 48 terpidana korupsi yang sudah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap. Salah satunya adalah Agusrin Najamuddin yang divonis empat tahun penjara dalam kasus korupsi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).Kedatangan hari pertama, pada hari senin 2 April 2012, pukul 10.00 WIB, kelompok pendukung Agusrin datang berjumlah 3 orang dari salah organisasi masyarakat. Mereka diterima oleh dua orang anggota badan pekerja ICW, Tama S Langkun dan Donal Fariz. Kedatangan pertama mereka membawa salinan copy putusan perkara Agusrin. Karena perkara Agusrin menjadi salah satu putusan yang pernah di eksaminasi oleh ICW.Kedatangan hari kedua, pada hari Selasa 3 April 2012, pukul 12.00 WIB, kelompok yang sama sebagai pendukung Agusrin kembali datang ke ICW. Kedatangan kedua lebih ramai dari sebelumnya. Ada kurang lebih delapan orang yang datang dengan mengendarai dua mobil. Mereka membawa dua lembar rilis Yusril Ihza Mahendra dengan judul: Tidak Ada Urgensi Mengeksekusi Agusrin. Kedatangan mereka diterima oleh Anggota Badan Pekerja ICW Donal Fariz dan Abdullah Dahlan. Topik pembicaraan tidak jauh dari pertemuan selanjutnya.Sejauh ini, kelompok tersebut tidak melakukan intimidasi fisik kepada anggota ICW. Mereka hanya minta Agusrin tidak dieksekusi.

Rekomendasi