Psikolog mulai menangani trauma 17 siswa Perguruan Buddhis Bodhicitta yang tertabrak guru di sekolahnya. Mereka berupaya menenangkan para siswa.“Sejauh ini kita masih menangani trauma rasa sakit yang dialami korban. Kita coba reduce rasa sakit itu,” kata psikolog medis RS Columbia Asia, dr Andy Chandra, kepada wartawan, Senin (5/3) siang.Menurutnya, penanganan rasa sakit yang diderita para siswa akan dilakukan selama satu pekan ke depan. Psikolog juga akan membantu memulihkan siswa agar tidak takut setelah mengalami peristiwa tabrakan tersebut.“Misalnya, untuk yang jarinya diamputasi, kita upayakan agar dia tidak trauma. Kita lihat apa yang bisa dilakukan membantu mereka. Kita cari jalan keluar agar mereka mau sekolah lagi, apakah harus pindah sekolah atau bagaimana,” katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (2/3) sekitar pukul 10.00 WIB lalu, mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ yang dikendarai Marini menabrak belasan murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan. Pihak RS mengaku merawat 18 korban luka, termasuk seorang dewasa. Tujuh di antara korban harus mendapatkan penanganan intensif sehingga harus dirawat inap.Hingga saat ini, 14 siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit. Marini sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga sudah menyita mobil yang dikendarainya, dan membawanya ke Satuan Lalu Lintas Polresta Medan.
Psikolog tangani trauma siswa korban tertabrak guru
Psikolog juga akan membantu memulihkan siswa agar tidak takut setelah mengalami peristiwa tabrakan tersebut.
Rekomendasi