Guru penabrak murid tak sadar injak gas dengan kencang

Marini mengaku tidak tahu persis apakah persneling mobil otomatis miliknya itu dalam keadaan mundur, maju, atau netral.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Guru penabrak murid tak sadar injak gas dengan kencang
ilustrasi

Belasan murid Perguruan Buddhis Bodhicitta tertabrak mobil guru yang sedang mundur kencang di halaman sekolah. Kepada polisi, Marini (22), sang guru, mengaku hanya menginjak pedal gas dengan pelan.“Tersangka (Marini) mengaku begitu dia naik ke mobil, masukkan kunci kontak, dia merasa tidak menekan pedal gas dengan kuat, tapi tiba-tiba mobil mundur dengan kencang,” kata Kepala Unit Kecelakaan pada Satuan Lalu Lintas Polresta Medan, AKP Juwita.Hal itu dikatakan Juwita kepada wartawan di Markas Satuan Lalu Lintas Polresta Medan, Senin (5/3).Kepada polisi, Marini mengaku ingin memindahkan mobil saat siswanya sedang senam di lapangan yang juga menjadi tempat parkir. Namun, Marini mengaku tidak tahu persis apakah persneling mobil otomatis miliknya itu dalam keadaan mundur, maju, atau netral. Setelah menabrak siswa dan mendengar jeritan, Marini panik, dia memajukan mobilnya dan kembali menabrak siswa. Kejadian ini sempat membuat Marini shock dan linglung. Apalagi dia melihat siswanya cedera, bahkan ada yang terkapar di kolong mobil.Wartawan belum diperbolehkan mewawancarai Marini. Sementara itu, rekonstruksi yang sedianya digelar Senin (5/3) pagi ditunda pada pukul 16.00 WIB.

 

Seperti diberitakan, Jumat (2/3) sekitar pukul 10.00 WIB, mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ yang dikendarai Marini menabrak belasan murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan. Pihak RS mengaku merawat 18 korban luka, termasuk seorang dewasa. Tujuh di antara korban harus mendapatkan penanganan intensif sehingga harus dirawat inap.Selain menetapkan Marini sebagai tersangka, polisi sudah menyita mobil itu dan membawanya ke Satuan Lalu Lintas Polresta Medan. Saat ini mobil masih ditempatkan di Polresta Medan.

Rekomendasi