Prostitusi Terselubung di Warung Kopi Pangku di Kukar Terungkap Berkat Perampok

Sabtu, 26 Juni 2021 22:02 Reporter : Saud Rosadi
Prostitusi Terselubung di Warung Kopi Pangku di Kukar Terungkap Berkat Perampok Perampok pelayan warkop di Kukar dibekuk. ©2021 Merdeka.com/saud rosadi

Merdeka.com - Dugaan praktik prostitusi di warung kopi (warkop) poros jalan Tenggarong-Samarinda di Kalimantan Timur terungkap dari pengakuan A (24), tersangka perampokan pelayan warkop pada Kamis (17/6) dini hari lalu. Tarif sekali kencan mulai Rp 150 ribu.

Tersangka A dijerat dua kasus kriminal. Selain perampokan, dia juga dijerat kasus upaya pembobolan ATM BRI di Tenggarong Seberang, Kamis (24/6) dini hari. Namun upayanya gagal, dan dia diringkus kurang dari 2 jam saat hendak kabur ke Tenggarong kota.

A sempat menceritakan awal dia nekat menganiaya wanita pelayan warkop, Kamis (17/6) dini hari lalu sekitar pukul 01.00 WITA. Dia singgah di warkop usai mengantar temannya pergi ke lokasi kerja.

"Saya datang sendiri ke warung. Begitu ngopi, ditawari (berhubungan intim) korban," kata A, ditanya wartawan usai pers rilis di Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat (25/6).

Terjadi tawar menawar tarif sekali kencan tersangka dengan korban. Hingga disepakati harga Rp 150 ribu kencan. "Saya sudah buka pakaian tapi dia menolak. Katanya punya saya kebesaran jadi dia enggak mau," ungkap A.

Mendengar itu, A naik pitam. Dia tersinggung omongan korban dan lantas membuntuti korban saat pergi ke dapur membuat kopi. Tersangka A pun membawa batu pengganjal pintu di warkop.

"Saya pukul sekali kemudian dia (korban) teriak. Saya pukul terus. HP-nya terlempar ke lantai, kemudian saya ambil," ungkap A.

A mengaku tidak ada niat menghabisi nyawa korban. Usai mengambil barang korban dia pun kabur pulang ke Tenggarong Kota.

Sepekan berlalu. Disebabkan dia berhenti bekerja dari perusahaan tambang batu bara dan tidak lagi berpenghasilan, A pun punya rencana lain. Meski berbekal linggis, dia gagal membobol ATM BRI di kawasan Tenggarong Seberang, Kamis (25/6) dini hari.

"Sudah coba masukkan lamaran pekerjaan tidak ada yang lolos, uang saya habis. Jadi rencana uang (hasil bobol ATM) buat saya pulang kampung," aku A.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amri Wientama menegaskan, tersangka A dijerat dua pasal sekaligus yakni Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan terkait kasus penganiayaan di warkop, serta Pasal 363 KUHP tentang Pencurian disertai Pemberatan terkait upaya membobol ATM BRI.

"Sedang kita kembangkan. Apakah tersangka ada melakukan TKP lain di wilayah Kutai Kartanegara, atau di luar Kukar," kata Arwin.

Keterangan tersangka A mengungkap dugaan praktik prostitusi terselubung di deretan warkop yang kerap disebut warung kopi pangku di jalan poros Tenggarong-Samarinda yang sudah menjadi rahasia umum. Meski sudah berulang kali ditertibkan, dugaan aktivitas prostitusi itu masih terjadi sampai saat ini.

Diberitakan sebelumnya, pelayan warkop di poros Tenggarong - Samarinda kawasan Tenggarong Seberang, dirampok pengunjung warkop yang awalnya datang buat ngopi. Belakangan, pria pengunjung itu menghantam kepala pelayan menggunakan batu lantas kabur. Dari penyelidikan polisi, identitas pelaku diketahui dan dibekuk setelah gagal hendak membobol ATM masih di kawasan Tenggarong Seberang. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini