Polri Kerahkan 3 SSK Brimob ke Lokasi Bentrokan Warga di Buton

Jumat, 7 Juni 2019 20:31 Reporter : Ya'cob Billiocta
Polri Kerahkan 3 SSK Brimob ke Lokasi Bentrokan Warga di Buton Kerusuhan berujung pembakaran rumah di Buton. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Personel Polri bekerja sama dengan TNI berhasil mengendalikan situasi setelah terjadi bentrok antarwarga desa di Buton, Sulawesi Tenggara.

"Kerusuhan di Buton Sultra secara umum kondisi saat ini sudah dikendalikan aparat kepolisian dan TNI," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/6). Dikutip dari Antara.

Ia menambahkan Polri menempatkan tiga satuan setingkat kompi (SSK) Brimob untuk melakukan pengamanan di perbatasan kedua desa tersebut.

Upaya untuk meredam konflik, Kapolda Sulawesi Tenggara telah berkoordinasi dengan Danrem, Bupati Buton, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat untuk mengajak warga agar menahan diri. "Semua warga diminta menahan diri," katanya.

Sedangkan sebanyak 871 warga saat ini sedang mengungsi karena ketakutan serta rumahnya rusak.

Polri juga tengah menyelidiki pihak yang menjadi provokator dalam bentrokan antara kedua desa ini. "Saat ini sudah didata siapa provokator dan pelaku penganiayaan, perusakan, pembakaran, dan lain-lain," katanya lagi.

Meskipun demikian, prioritas semua pihak saat ini lebih ditekankan untuk mendamaikan kedua belah pihak sebelum penegakan hukum. "Masih fokus mendamaikan dulu," terangnya.

Bentrokan yang terjadi antara warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo di Kabupaten Buton ini bermula dari konvoi pemuda Desa Gunung Jaya menggunakan sepeda motor melintasi Desa Sampuabalo, Selasa (4/6).

Warga Desa Sampuabalo yang resah dengan perilaku para pemuda tersebut bertambah marah, setelah pada Rabu (5/6) seorang pemuda Desa Sampuabalo diduga dipanah oleh pemuda Gunung Jaya.

Akibat kejadian tersebut, terjadi penyerangan warga Desa Sampuabalo ke Desa Gunung Jaya yang menyebabkan puluhan rumah terbakar.

Pada keesokan harinya, Kamis (6/6), warga Desa Gunung Jaya melakukan serangan balasan ke Desa Sampuabalo yang menyebabkan jatuh korban luka dan meninggal dunia.

Bentrokan antarwarga kedua desa ini baru pertama kali terjadi, karena sebelumnya belum pernah terjadi konflik antarwarga kedua desa. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan Warga
  2. Buton
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini