Polisi Syariat Aceh Tangkap Sembilan Pasangan Mesum, Diduga PSK dan Hidung Belang

Rabu, 12 Desember 2018 22:38 Reporter : Afif
Polisi Syariat Aceh Tangkap Sembilan Pasangan Mesum, Diduga PSK dan Hidung Belang Ilustrasi Prostitusi. ©2013 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh menangkap sembilan pasangan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pria hidung belang di salah satu wisma Gampong Peuniti, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Selasa (11/12) malam.

Saat ini sembilan pasangan itu masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan 14 orang penyidik Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh. Penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton dan telah menetapkan 18 orang tersebut menjadi tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sembilan pasangan itu dijerat dengan pasal 23 ayat (1) tentang khalwat dengan ancaman 12 kali cambuk. Penyidik juga sedang melakukan pengembangan, ada kemungkinan juga dijerat dengan pasal 25 ayat (1) tentang ikhtilat hukuman 30 kali cambuk Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

"Saat ini 14 orang penyidik masih sedang melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap mereka yang kita tangkap semalam," kata penyidik Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh, Marzuki, Rabu (12/12).

Marzuki yang akrab disapa Pak Ki belum berani menyebutkan mereka bekerja sebagai PSK. Alasannya belum menemukan bukti dan penyidik masih sedang melakukan pengembangan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sembilan pasangan yang ditangkap semalam, antara laki dan perempuan tidak saling mengenal. Domisilinya pun berbeda-beda antara laki dan perempuan yang menjadi pasangan masing-masing.

"Kami tidak berani bilang PSK, karena memang enggak ada label (PSK). Tetapi ketika kami bertanya pasangan mereka, tidak saling kenal," ungkapnya.

Marzuki mengendus ada pemasangan tarif. Namun pihaknya harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut untuk membuktikannya.

"Usia antara 24-40 tahun, baik laki maupun perempuan. Mereka berdomisili berbeda-beda, ada dari Abdya, Nagan Raya, Aceh Besar dan Langsa," ucapnya.

Sedangkan untuk pengelola wisma tersebut saat ini juga masih diperiksa. Bila terbukti pengelola memfasilitasi keberadaan mereka di wisma tersebut akan dijerat dengan pasal 23 ayat (2), pasal 25 ayat (2) Qanun Hukum Jinayah.

"Kita sedangkan kembangkan, bila memang nanti pelanggan itu pesan melalui pengelola, berarti pengelola memfasilitasi dan bisa kita hokum, baik itu cambuk, penjara atau denda," jelasnya.

Saat ini semua pelaku masih ditahan di ruang tahanan Polisi Syariat Islam Provinsi Aceh selama 15 sampai 20 hari kedepan. Bahkan bila terbukti melakukan ikhtilat, mereka bisa diperpanjang masa tahanan hingga 30 hari setelah habis masa tahanan sebelumnya.

"Khalwat ditahan 15 hari dan ikhtilat 20 hari dan bisa diperjang hingga 30 hari," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini