Polda Sulsel Siapkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban Pesawat ATR Jatuh di Maros-Pangkep

Polda Sulawesi Selatan telah membentuk tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mempercepat proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di dekat Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, fokus pada identifikasi korban pesawat ATR.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sulsel Siapkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban Pesawat ATR Jatuh di Maros-Pangkep
Polda Sulsel mengerahkan tim DVI untuk identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR yang jatuh di lereng gunung Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Maros dan Pangkep, memicu operasi SAR besar-besaran. (AntaraNews)

Polda Sulawesi Selatan telah mengambil langkah cepat dengan menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi korban insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500. Pesawat nahas ini dilaporkan jatuh di dekat lereng Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Langkah ini merupakan bagian dari respons komprehensif terhadap kecelakaan yang melibatkan pesawat latih milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.

Tim DVI, yang terdiri dari personel Polda Sulsel dan bantuan dari Mabes Polri, akan bertugas melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem. Mereka akan ditempatkan di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Dodi Sarjito di Makassar, sebagai pusat operasi identifikasi. Keberadaan tim khusus ini diharapkan dapat mempercepat proses pengenalan identitas para korban, memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 17 Januari, ketika pesawat dengan 11 orang di dalamnya (delapan kru dan tiga penumpang) hilang kontak dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Tim SAR gabungan telah menemukan puing-puing pesawat, yang menjadi petunjuk krusial dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Upaya pencarian dan identifikasi korban pesawat ATR ini melibatkan berbagai pihak.

Persiapan Tim DVI untuk Identifikasi Korban Pesawat ATR

Kepala Polda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Djuhandhani Raharjo Puro, menegaskan kesiapan tim DVI dalam menghadapi tugas identifikasi korban. "Kami telah menyiapkan tim DVI dan kami juga telah mengundang keluarga untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Irjen Djuhandhani di Makassar pada Minggu. Persiapan ini mencakup koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses identifikasi.

Tim DVI akan beroperasi di RSAU Dodi Sarjito, Makassar, yang menjadi fasilitas utama untuk pemeriksaan antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem melibatkan pengumpulan data dari keluarga korban, seperti rekam medis, ciri-ciri fisik, dan properti pribadi. Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap jenazah atau bagian tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.

Untuk memperkuat kapasitas identifikasi, tim DVI dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) juga telah dikerahkan ke lokasi. Kehadiran tim tambahan ini menunjukkan skala dan kompleksitas operasi yang sedang berlangsung. Koordinasi antara tim lokal dan nasional sangat penting untuk efektivitas identifikasi korban pesawat ATR ini.

Irjen Djuhandhani juga menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi konstan mengenai perkembangan operasi SAR. Komunikasi yang efektif ini memastikan bahwa informasi terbaru mengenai penemuan dan identifikasi dapat disampaikan dengan cepat dan akurat kepada publik dan keluarga korban. Fokus utama saat ini adalah untuk memastikan semua korban dapat diidentifikasi dengan tepat.

Kronologi Hilangnya Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari, sekitar pukul 13.17 WIB. Pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 09.08 WIB dengan perkiraan waktu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 12.22 WIB. Jadwal penerbangan ini merupakan bagian dari rute latih yang biasa dilakukan.

Pada pukul 12.23 WIB, Makassar Radar Air Traffic Control (ATC) menginstruksikan pesawat PK-THT untuk mencegat landasan pacu 21 pada ketinggian 5.300 kaki. Namun, pesawat tersebut dilaporkan melampaui titik yang ditentukan. Kejadian ini menjadi titik awal hilangnya kontak dengan pesawat latih tersebut.

Pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak pada perkiraan koordinat 04°57'08" lintang selatan dan 119°42'54" bujur timur. Lokasi ini berada di wilayah udara yang berbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Area tersebut dikenal memiliki medan yang menantang, menambah kesulitan dalam operasi pencarian.

Penemuan Puing dan Upaya Pencarian Korban Pesawat ATR

Pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan berhasil menemukan puing-puing pesawat ATR 42-500. Penemuan ini terjadi di dekat lereng Gunung Bulusaraung, memberikan petunjuk penting bagi tim pencari. "Penemuan puing ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar, Arif Anwar.

Tim SAR gabungan saat ini memfokuskan upaya pada pengamanan lokasi penemuan, pencatatan temuan, dan penyesuaian taktik operasional sesuai kondisi medan. Puing-puing yang ditemukan meliputi bagian badan pesawat yang besar, di mana puncak pesawat telah terbuka, serta bagian ekor yang ditemukan di lereng selatan di bawah lokasi kejadian. Puing-puing ini berhasil dievakuasi oleh tim udara dan darat.

Arif Anwar juga menjelaskan bahwa beberapa titik penemuan berada di lereng yang curam dan memerlukan peralatan panjat tebing. "Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam operasi ini," tegas Anwar, menyoroti tantangan medan yang dihadapi tim. Operasi SAR melibatkan berbagai elemen, termasuk Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dukungan dari masyarakat lokal.

Pesawat tersebut membawa 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Berikut daftar nama-nama yang berada di dalam pesawat:

Operasi SAR masih terus berlangsung, dan perkembangan lebih lanjut akan diumumkan secara resmi berdasarkan hasil dari lapangan. Upaya maksimal terus dilakukan untuk menemukan dan mengidentifikasi seluruh korban pesawat ATR ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi