Peningkatan Fasilitas Medis RSUD Torabelo Sigi Tahun 2026 untuk Layanan Optimal

RSUD Torabelo Sigi akan memperkuat fasilitas medisnya pada tahun 2026, termasuk penambahan alat canggih seperti Cathlab jantung, alat cytotoxic, dan CT Scan, demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Peningkatan Fasilitas Medis RSUD Torabelo Sigi Tahun 2026 untuk Layanan Optimal
RSUD Torabelo Sigi akan memperkuat fasilitas medisnya pada tahun 2026, termasuk penambahan alat canggih seperti Cathlab jantung, alat cytotoxic, dan CT Scan, demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sigi. (AntaraNews)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akan mengalami peningkatan signifikan pada fasilitas medisnya di tahun 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung modernisasi sarana prasarana kesehatan.

Peningkatan fasilitas ini mencakup pengadaan sejumlah alat kesehatan canggih yang sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan medis yang lebih baik dan berkualitas. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi derajat kesehatan warga Sigi.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Hal ini untuk mewujudkan standar pelayanan kesehatan yang optimal di seluruh fasilitas kesehatan milik daerah. Termasuk di RSUD Torabelo, Rumah Sakit Pratama Kauria, hingga puskesmas-puskesmas.

Pemerintah daerah Kabupaten Sigi memberikan dukungan penuh untuk pengadaan alat kesehatan di RSUD Torabelo. Beberapa alat canggih yang akan ditambahkan meliputi Cathlab jantung, alat cytotoxic untuk peracikan obat kanker, dan CT Scan. Kehadiran alat-alat ini diharapkan dapat menunjang diagnosis dan penanganan penyakit yang lebih kompleks.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menekankan pentingnya memastikan semua fasilitas pendukung siap. "Tentunya alat kesehatan itu tidak boleh hanya datang lalu disimpan. Saya minta agar semua fasilitas pendukung, termasuk listrik dan kesiapan SDM benar-benar dipastikan agar alat tersebut langsung bisa digunakan untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Dukungan lainnya berupa kebijakan penganggaran untuk penambahan daya listrik di rumah sakit Torabelo. Penambahan daya ini krusial agar seluruh alat kesehatan canggih tersebut dapat beroperasi secara optimal tanpa kendala. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama agar pengoperasian alat dapat berjalan efektif.

Rizal menuturkan pentingnya penerapan standar pelayanan terbaik di RSUD Torabelo, Rumah Sakit Pratama Kauria, dan puskesmas-puskesmas. Tujuannya adalah agar seluruh fasilitas kesehatan milik daerah memiliki mutu layanan yang setara dan berorientasi pada kemanusiaan. Hal ini menjadi prioritas untuk kepuasan pasien.

Dengan pelayanan yang baik dan fasilitas yang lengkap, peningkatan kelas rumah sakit menjadi target yang realistis. "Jika pelayanan sudah baik, fasilitas lengkap, dan masyarakat merasakan manfaatnya, tentu peningkatan kelas rumah sakit menjadi target yang realistis. Tapi semuanya harus bertahap dan terukur," sebutnya.

Bupati Sigi mendorong agar ke depan RSUD Torabelo bisa naik tipe dari C menjadi tipe B. Sementara itu, RSUD Pratama Kauria di daerah itu diharapkan meningkat dari tipe D ke tipe C. Peningkatan kelas ini akan membawa dampak positif pada jangkauan layanan dan ketersediaan spesialisasi medis.

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk kenaikan tipe rumah sakit. "Pasti ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar rumah sakit di kabupaten Sigi tipenya naik seperti terus meningkatkan mutu layanan, sarana prasarana, serta kompetensi SDM sebagai prasyarat menuju rumah sakit rujukan dengan klasifikasi lebih tinggi," kata dia.

Saat ini, Kabupaten Sigi memiliki dua rumah sakit yang beroperasi. Kedua rumah sakit tersebut adalah RSUD Torabelo yang berlokasi di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, dan RS Pratama Kauria di Kecamatan Kulawi. Keberadaan dua rumah sakit ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan rujukan di Sigi.

Untuk mendukung layanan spesialis, terdapat sebanyak 20 dokter ahli di Kabupaten Sigi. Seluruh dokter ahli ini bertugas di Rumah Sakit Torabelo, memperkuat kapabilitas rumah sakit tersebut dalam menangani kasus-kasus medis yang lebih kompleks. Keberadaan mereka sangat vital bagi masyarakat.

Selain rumah sakit, Kabupaten Sigi juga memiliki jaringan puskesmas yang tersebar luas. Tercatat ada 19 unit puskesmas yang beroperasi di 16 kecamatan. Puskesmas ini berperan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi