Pengirim Email Teror Bom Pesawat Haji dari Arab, Ini Alasan Polri Investigasi Gandeng FBI

Polri menemukan kejanggalan pada alamat email pengirim.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Pengirim Email Teror Bom Pesawat Haji dari Arab, Ini Alasan Polri Investigasi Gandeng FBI
Pengirim Email Teror Bom Pesawat Haji dari Arab, Ini Alasan Polri Investigasi Gandeng FBI (Merdeka.com)

Polri menggandeng Biro Investigasi Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menelusuri asal-usul pengirim email berisi teror terhadap pesawat Saudia Airlines yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kerja sama lintas negara itu diperlukan karena pelacakannya melibatkan otoritas luar negeri.

"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan FBI untuk meneliti email yang ada," kata dia kepada wartawan, Sabtu (21/6).

Dia mengatakan, Polri menemukan kejanggalan pada alamat email pengirim. Hasil sementara menunjukkan pesan dikirim dari wilayah Arab Saudi, namun dengan akun anonim yang tak sesuai dengan profil pengguna.

"Sehingga kita sedang melakukan pendalaman lebih lanjut," ujar dia.

Kendati menurut Listyo, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apakah ancaman itu masuk yurisdiksi hukum Indonesia atau justru bagian dari kejahatan lintas negara.

"Tentunya kita bekerja sama dengan FBI, ini masuk wilayah hukum Indonesia, ataukah masih luar itu, semuannya sedang kita lakukan pendalaman lebih lanjut," ujar dia.

Sebelumnya, pesawat Saudia Airlines rute Jeddah–Jakarta membawa 442 jemaah haji terpaksa mendarat darurat di Kualanamu setelah Kementerian Perhubungan menerima ancaman bom lewat email.

Hasil pemeriksaan tim penjinak bom, Densus 88 Antiteror, dan TNI menyatakan pesawat dalam kondisi aman.

Rekomendasi