Padi Reborn Rilis Single 'Ego', Tandai 28 Tahun Berkarya dengan Nuansa Orkestra Megah
Padi Reborn merilis single terbaru, 'Ego', sebagai penanda 28 tahun perjalanan musik mereka. Piyu ungkap makna mendalam tentang sisi manusia yang kerap terjebak ego.
Grup musik legendaris Indonesia, Padi Reborn, kembali menggebrak industri musik dengan merilis single terbaru mereka berjudul "Ego". Lagu ini menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang 28 tahun Padi Reborn di kancah musik nasional, sekaligus menjadi single perdana dari album mendatang mereka, "Dua Delapan". Peluncuran "Ego" disambut antusias oleh para penggemar setia yang dikenal sebagai Sobat Padi, menunjukkan eksistensi band yang tak lekang oleh waktu.
Lagu "Ego" tidak hanya menawarkan eksplorasi musikal yang segar, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang sisi kemanusiaan. Gitaris sekaligus penulis lirik, Piyu, mengungkapkan bahwa "Ego" mengangkat tema universal tentang bagaimana manusia seringkali terjebak dalam gengsi dan keinginan untuk selalu benar. Pesan ini relevan bagi banyak orang, baik dalam konteks hubungan pribadi maupun interaksi sosial sehari-hari.
Perilisan single ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju konser akbar "Dua Delapan" yang dijadwalkan pada 31 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser tersebut akan menjadi puncak perayaan hampir tiga dekade Padi Reborn berkarya. Album "Dua Delapan" sendiri melambangkan kematangan musikal dan perjalanan panjang band yang berdiri sejak 1997, serta delapan tahun sejak mereka kembali aktif dengan nama Padi Reborn pada 2017.
Makna Mendalam di Balik Single "Ego"
Piyu, gitaris Padi Reborn sekaligus pencipta lirik "Ego", menjelaskan bahwa lagu ini merupakan refleksi tentang sifat dasar manusia. Menurutnya, ego seringkali menjadi penghalang dalam berbagai hubungan, meskipun banyak orang cenderung melihatnya pada orang lain daripada diri sendiri. Piyu menyoroti bagaimana ego dapat menyebabkan konflik dan ketidaksetujuan, bahkan dalam hubungan yang awalnya penuh harapan.
Dalam rilis pers yang diterima, Piyu menyatakan, "Ego itu seringkali kita lihat pada orang lain, tapi tidak pada diri kita sendiri. Ego menjadi masalah ketika terjadi dalam hubungan, seperti pasangan yang awalnya ingin melanjutkan hubungan, tapi akhirnya lelah karena konflik dan ketidaksetujuan." Namun, ia menambahkan bahwa kekuatan cinta mampu mengatasi ego tersebut, menyelamatkan hubungan yang terancam. Pesan ini memberikan harapan bahwa kesadaran akan cinta dapat menjadi kunci untuk mengatasi rintangan ego.
Lirik yang kuat dan relevan ini diharapkan dapat menyentuh hati para pendengar. Padi Reborn memang dikenal dengan lirik-liriknya yang puitis dan filosofis, dan "Ego" melanjutkan tradisi tersebut. Lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan kembali peran ego dalam kehidupan mereka dan pentingnya mengedepankan perasaan yang lebih besar.
Eksplorasi Musikal dan Kolaborasi Megah
Dari segi musikalitas, "Ego" menampilkan eksplorasi baru yang memadukan unsur pop-rock dengan ciri khas Padi Reborn yang telah melekat. Nuansa orkestra yang megah menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam aransemen lagu ini, berkat kolaborasi istimewa dengan Budapest Scoring Orchestra. Kolaborasi ini memberikan dimensi baru pada musik Padi Reborn, menjadikannya lebih kaya dan epik.
Vokalis Fadly mengungkapkan kekagumannya terhadap kolaborasi ini. "Pengalaman bekerja dengan orkestra ini luar biasa. Mereka sangat presisi, efisien, dan mampu menjaga keseimbangan musik dengan sangat baik. Ini adalah pengalaman pertama kami bekerja dengan orkestra dalam skala besar dan sangat memperkaya proses pembuatan musik kami," kata Fadly. Porsi orkestra pada "Ego" jauh lebih banyak dibandingkan karya-karya Padi Reborn sebelumnya, menghasilkan rekaman yang maksimal dan memuaskan.
Basis Rindra menambahkan bahwa musik di lagu "Ego" seolah kembali ke akar Padi Reborn, namun dengan sentuhan kematangan. Ia menyebut melodi yang kuat, karakter vokal Fadly yang semakin matang, dan harmoni yang khas sebagai bukti evolusi musikal band. "Meskipun bereksperimen, kami merasa ini adalah musik yang Padi inginkan. Setelah dua single terakhir (Kau Malaikatku dan Langit Biru), kami kembali ke gaya Padi yang lebih akustik. Kami merindukan musik Padi yang seperti ini," terang Rindra, menegaskan bahwa "Ego" adalah bentuk kematangan musikal Padi Reborn di era sekarang.
Persembahan untuk Sobat Padi dan Perayaan 28 Tahun
Gitaris Padi Reborn lainnya, Ari, menyebut "Ego" sebagai hadiah spesial bagi para Sobat Padi yang tak pernah lelah memberikan dukungan. Dukungan setia penggemar selama ini menjadi motivasi bagi Padi Reborn untuk terus berkarya dan menghasilkan musik berkualitas. Lagu ini menjadi bentuk ungkapan terima kasih atas kesetiaan mereka dari panggung ke panggung dan dari album ke album.
"Ego adalah hadiah dari kami untuk Sobat Padi yang selalu ada, dari panggung ke panggung, dari album ke album. Kami tumbuh bersama mereka, dan lagu ini kami persembahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih," ungkap Ari. Rasa kebersamaan ini juga ditekankan oleh drummer Yoyo, yang melihat "Dua Delapan" sebagai simbol perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama sebagai band.
Yoyo berharap energi kebersamaan ini dapat terus bertahan. "Dua delapan bagi kami adalah simbol perjalanan panjang yang kami lewati bersama sebagai band. Kami sudah melewati banyak hal, dan rasa kebersamaan kami semakin kuat. Kami berharap energi ini bisa bertahan selama 28 tahun lagi," kata Yoyo. Perilisan "Ego" dan album "Dua Delapan" adalah perayaan atas dedikasi Padi Reborn dalam bermusik dan ikatan kuat dengan penggemar mereka.
Pada momen peluncuran lagu "Ego" di Sarinah Jakarta, Jumat (7/11), ratusan penggemar turut hadir untuk menyaksikan penampilan perdana lagu baru tersebut. Gita (23), seorang penggemar asal Depok, menyatakan bahwa "Ego" tetap menghadirkan ciri khas Padi Reborn yang mudah dikenali dan dinikmati. Lagu "Ego" kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital dan radio nasional.
Sumber: AntaraNews