Ngemplang pajak Rp 25 M, bos karet di meja hijaukan

Jumat, 1 Juni 2012 00:35 Reporter : Parwito
Bos pengelola karet. merdeka.com/Parwito

Merdeka.com - Bos perusahaan industri pengolahan karet hasil perkebunan PT Rubberindo Pratama di Kendal, Jawa Tengah, bersama sang anak diseret ke Pengadilan Negeri Kendal, Jateng. Perusahaan tersebut diduga ngemplang pajak dalam kurun waktu satu tahun yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 25 milyar.

Gunawan Hadisurya selaku Komisaris dan anaknya, Irvan Pratama Hadisurya, selaku pimpinan perusahaan PT Rubberindo Pratama disidang di Pengadilan Negeri Kendal dengan dakwaan telah melakukan laporan palsu SPT Tahunan PPh badan dan SPT Masa PPN pada tahun 2006 dan tahun 2007.

Modus yang dilakukan PT Rubberindo Pratama yakni dengan jalan tidak melaporkan transaksi penjualan dalam SPT dengan benar dan mengkreditkan faktur pajak tanpa transaksi yang sebenarnya.

Menurut Kepala Kanwil DJP Jateng I Sakli Anggoro dalam kesaksiannya saat sidang, kasus pengemplangan pajak ini terjadi tahun 2006 sampai 2007.

"Akibat perbuatan tersangka ini, pendapatan negara di rugikan sebesar Rp 25.193.210.140 dalam kurun waktu 2006 hingga 2007," kata Sakli Anggoro.

Sidang perdana dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari tim pajak dipimpin oleh Hakim Ketua I Ketut Mardika dengan Jaksa Penuntut Umum Janu Atmoko. Selain merugikan negara, salah satu PT yang bergerak dibidang konsultan lingkungan di Jakarta ini juga ikut dirugikan akibat perbuatan terdakwa.

"Sidang kasus pengemplangan pajak ini baru pertama kali di Kendal, jadi bagi kami kasus ini merupakan kasus besar yang sangat merugikan negara," kata Janu.

Saat ini Kanwil Ditjen Pajak Jawa Tengah I, tengah menangani 4 kasus pengemplangan pajak dengan nilai yang cukup besar yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di Semarang dengan modus laporan pajak palsu. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Mafia Pajak
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini