Mahasiswa UNG Sulap Jantung Pisang Jadi Solusi Pangan Lokal Rasa Daging Sapi, Dorong Ekonomi Warga Gorontalo
Mahasiswa KKN UNG hadirkan inovasi Jantung Pisang Solusi Pangan Lokal di Gorontalo. Olahan ini tak hanya lezat seperti daging sapi, tapi juga berpotensi tingkatkan ekonomi warga. Penasaran?
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan inovasi signifikan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Mereka berhasil mengolah jantung pisang menjadi solusi pangan lokal yang menjanjikan bagi warga Desa Tinelo. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan serta potensi ekonomi di wilayah tersebut.
Berlokasi di Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pohon pisang yang tumbuh subur. Potensi melimpah ini mendorong mahasiswa untuk mencari cara kreatif pemanfaatannya. Pelatihan pengolahan jantung pisang pun diberikan kepada masyarakat setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat lalu ini tidak hanya memperkenalkan resep baru. Lebih dari itu, pelatihan tersebut membuka wawasan masyarakat tentang nilai ekonomis jantung pisang. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan warga Desa Tinelo secara berkelanjutan.
Inovasi Jantung Pisang Bercita Rasa Daging
Koordinator Desa KKN Tinelo, Gabriel Matthew, menjelaskan latar belakang inovasi ini. Observasi menunjukkan melimpahnya pohon pisang di Desa Tinelo, namun pemanfaatannya masih terbatas. Potensi besar ini mendorong mahasiswa untuk mengoptimalkan jantung pisang agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dalam pelatihan, mahasiswa KKN menyiapkan delapan jantung pisang dan peralatan memasak lengkap. Mereka melibatkan aktif masyarakat desa dalam setiap tahapan proses pengolahan. Narasumber ahli turut dihadirkan untuk membagikan teknik inovatif mengolah jantung pisang, mulai dari persiapan hingga penyajian. Seluruh peserta diajak praktik langsung agar memahami setiap langkahnya.
Hasilnya sungguh mengejutkan dan mendapat respons positif dari warga. Masyarakat terkesima saat mengetahui jantung pisang dapat diolah dengan cita rasa menyerupai daging sapi. Gabriel Matthew menambahkan, "Masyarakat cukup terkejut ternyata jantung pisang bisa diolah menjadi makanan dengan rasa yang seperti daging sapi. Setelah praktik dan mencicipi hasilnya, masyarakat sangat antusias."
Mendorong Kemandirian dan Peluang Ekonomi Lokal
Dosen Pembimbing Lapangan, Tirtawaty Abdjul, menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program ini. Beliau menekankan pentingnya pelatihan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan sesaat. Inovasi jantung pisang ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi peluang ekonomi baru.
Tirtawaty Abdjul berharap masyarakat Desa Tinelo dapat menjadikan olahan jantung pisang sebagai produk bernilai jual tinggi. Produk ini diharapkan tidak hanya sebatas sayuran biasa, melainkan komoditas dengan nilai tambah yang signifikan. Pemanfaatan jantung pisang secara optimal akan membantu meningkatkan pendapatan keluarga serta membuka lapangan usaha baru bagi warga.
Dengan demikian, program ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada peningkatan ekonomi desa secara keseluruhan. Kemandirian pangan lokal juga akan semakin terwujud melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Inovasi ini menjadi langkah konkret menuju kesejahteraan masyarakat Desa Tinelo.
Inisiatif ini merupakan contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat membawa dampak besar. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti jantung pisang, masyarakat dapat menciptakan produk baru yang diminati pasar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis sumber daya daerah.
Sumber: AntaraNews