LPTQ Gorontalo Pastikan Pendanaan MTQ Tidak Bebani Daerah Tuan Rumah

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa **pendanaan MTQ Gorontalo** tidak akan membebani daerah tuan rumah, menanggapi kekhawatiran terkait alokasi anggaran dan memastikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
LPTQ Gorontalo Pastikan Pendanaan MTQ Tidak Bebani Daerah Tuan Rumah
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa **pendanaan MTQ Gorontalo** tidak akan membebani daerah tuan rumah, menanggapi kekhawatiran terkait alokasi anggaran dan memastikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi. (AntaraNews)

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Gorontalo memastikan biaya pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tidak akan membebani daerah tuan rumah. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran yang muncul terkait alokasi anggaran.

Tim Komunikasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, David Radjak, di Gorontalo pada Jumat (04/4), menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ merupakan domain penuh dari pihak LPTQ. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo turut menganggarkan pelaksanaan MTQ melalui LPTQ, sehingga Pemprov tidak lepas tangan dalam pembiayaan acara keagamaan ini.

Klarifikasi ini muncul setelah Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, sebelumnya menyatakan bahwa pembiayaan MTQ tingkat provinsi sepenuhnya dibebankan kepada kabupaten atau kota selaku tuan rumah. Pernyataan tersebut menuai tanggapan dari berbagai pihak, mendorong LPTQ untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ketua LPTQ Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, secara tegas menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengalokasikan anggaran resmi untuk penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi. Hal ini membuktikan komitmen Pemprov dalam mendukung suksesnya acara.

Menurut Budiyanto, LPTQ akan berkoordinasi secara teknis dengan LPTQ dan daerah tuan rumah untuk berbagi anggaran. Konsep pembagian anggaran ini bukan hal baru, melainkan telah menjadi praktik standar sejak MTQ pertama di Provinsi Gorontalo dan bahkan berlaku untuk skala nasional.

David Radjak turut menepis anggapan bahwa pemerintah provinsi tidak bertanggung jawab atas hajat besar tersebut. Ia menekankan bahwa meskipun secara teknis pelaksanaan berada di bawah domain LPTQ, namun tetap didukung penuh secara finansial oleh Pemprov.

Keputusan mengenai skema pendanaan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan merupakan amanat dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ. Proses ini menunjukkan adanya musyawarah dan kesepakatan bersama dalam menentukan kebijakan anggaran.

LPTQ Provinsi Gorontalo terus menjalin koordinasi intensif dengan LPTQ Kota Gorontalo serta Pemerintah Kota. Koordinasi ini penting mengingat kondisi saat ini merupakan kali pertama adanya diskusi mengenai pembagian beban anggaran secara spesifik.

Pembagian anggaran ini diharapkan dapat meringankan beban daerah tuan rumah sekaligus memastikan kualitas penyelenggaraan MTQ tetap optimal. Dengan demikian, fokus dapat sepenuhnya diberikan pada aspek kompetisi dan syiar Al-Quran.

Mengingat waktu terus berjalan, LPTQ Provinsi Gorontalo akan segera melaksanakan pleno untuk memfinalisasi keputusan terkait **pendanaan MTQ Gorontalo**. Pleno ini krusial untuk memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan tepat waktu.

Proses registrasi untuk tingkat nasional dijadwalkan akan dimulai pada awal Juni mendatang. Oleh karena itu, keputusan terkait anggaran harus segera ditetapkan agar tidak menghambat tahapan selanjutnya.

Pelaksanaan MTQ berpegang teguh pada petunjuk teknis yang diatur secara berjenjang, memastikan standar dan prosedur yang konsisten di setiap tingkatan. Koordinasi yang solid antara LPTQ provinsi dan daerah tuan rumah menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan MTQ yang berkualitas dan sesuai ketentuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi