Libatkan akademisi, Ganjar lelang 5 kursi jabatan Pemprov Jateng

Ganjar akan membuktikan bahwa akan menggelar proses lelang jabatan secara akuntable & transparan.

Parwito
Oleh Parwito- Reporter
Libatkan akademisi, Ganjar lelang 5 kursi jabatan Pemprov Jateng
Ganjar Pranowo kunjungi Lapas Kedungpane. ©2014 merdeka.com/fariz fardianto

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyelenggarakan seleksi calon atau lelang jabatan, pejabat tinggi pratama Propinsi Jawa Tengah. Lelang kelima jabatan yang digelar secara terbuka dan kompetitif.Lelang ini untuk menjaring Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah, Wakil Direktur Umum RSUD dr Moewardi Solo dan Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Moewardi Solo.Melalui lelang jabatan ini, Ganjar mengajak seluruh calon pejabat tinggi pratama terbaik di seluruh Indonesia yang memenuhi syarat untuk bergabung bersama-sama membangun Jawa Tengah. Langkah ini menurutnya sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil negara."Agar proses berjalan secara transparan, maka kami membentuk panitia seleksi (pansel) calon pejabat tinggi pratama dari eksternal dan internal birokrasi Pemprov Jateng," ungkapnya.Diketuai oleh Prof Budi Prayitno, MSc, panitia seleksi ini terdiri dari sembilan orang yang dengan berbagai disiplin ilmu berasal dari elemen perguruan tinggi, tokoh masyarakat, birokrasi, profesional dan aktivis di antaranya; Dr Sri Puryono Kartosoedarmo (Sekda Jateng), Widadi SH, Prof FX Sugiyanto, Dr Angelina Ika Rahutami, Warsito Ellwein, Dra Myra Diarsi MA, dr Hartanto dan dr Untung Alifianto."Pansel bertugas untuk merumuskan persyaratan jabatan, ruang lingkup dan tahapan seleksi. Kemudian melaksanakan tahapan seleksi pengisian calon pejabat tinggi pratama secara terbuka dan kompetitif serta menentukan dan menyampaikan sekurang-kurangnya tiga calon pejabat tinggi pratama hasil seleksi kepada kami," paparnya.Seleksi calon pejabat akan diumumkan di surat kabar melalui media media massa nasional dan daerah. Kemudian juga akan ditayangkan di website Pemprov Jateng. Pendaftaran dimulai tanggal 6-26 November 2014 atau selama kurang lebih selama 15 hari kerja.Adapun tahapan seleksinya dilakukan terdiri dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, pengumuman hasil seleksi administrasi, pelaksanaan uji gagasan, pelaksanaan assesment dan tracking, wawancara dengan pansel, penyerahan nama-nama hasil seleksi kepada Gubernur Jateng dan wawancara dengan Gubernur Jateng."Seleksi ini tidak dipungut biaya serta tidak dipungut dalam bentuk apapun. Serta setiap perkembangan informasi seleksi dapat diakses melalui website Pemprov Jateng di www.jatengprov.go.id," terangnya.Ganjar jamin tak ada sogokan di lelang jabatanGanjar Pranowo mulai besok Kamis (6/11) hingga sepuluh hari ke depan akan melakukan proses lelang lima jabatan di lingkungan Pemprov Jateng. Ganjar menyatakan bahwa dirinya akan membuktikan bahwa akan menggelar proses lelang jabatan secara akuntable dan transparan. Sehingga tidak akan ada acara sogok-sogokan dalam proses lelang jabatan tersebut."Yang pertama reform. Yang kedua terbuka. Yang ketiga kalau dulu ada anazir-anazir soal sogok menyogok akan saya buktikan sekarang di sini. Tidak ada sogok-sogokan! Gitu lho!" tegasnya.Ganjar sebelumnya juga sudah melakukan lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng. Dari pengalaman tersebut Ganjar mengaku sempat dibully oleh masyarakat terkait isu dan gosip dugaan adanya kelompok dari mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan mantan Sekda Hadi Prabowo yang menjabat sebelumnya. Hingga akhirnya, kesan, isu dan gosip adanya kedua kelompok mantan pejabat itu kini hilang."Kemudian saya sudah belajar dari pengalaman seleksi Sekda kemarin khan saya dibully juga oleh banyak orang katanya menghilangkan kelompoknya si A atau si B. Saya buktikan to? Yang merasa kelompok-kelompokan itu saya hapus sekarang. Sekarang tidak ada kelompok-kelompokan," papar politisi PDIP tersebut.Ganjar menekankan jika saat ini Pemprov Jateng yang dipimpinya siapapun dengan status apapun bahkan orang luar Pemprov Jateng sekalipun bisa ikut berkompetisi secara sehat dan transparan untuk duduk di jabatan strategis di Pemprov Jateng tersebut."Siapa pun dan apapun posisinya bisa duduk di jabatan itu. Bahkan untuk orang luar sekalipun saya beri kesempatan. Sekarang lulus tes apa enggak. Maka saya ingin meyakinkan kepada publik, eh Jawa Tengah memulai lebih dulu lho? Eh siapa yang mau ikut? Dan orang banyak tertarik sekarang ini. Orang banyak tertarik untuk ikut bertanding di sini," pungkas suami Siti Atikoh ini.

Rekomendasi