Yogyakarta, 11 April – Komisi VIII DPR RI telah memastikan seluruh rangkaian persiapan layanan haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencapai kematangan. Kesiapan ini mencakup infrastruktur hingga optimalisasi koordinasi petugas untuk menjamin kelancaran pemberangkatan jamaah haji. Pemberangkatan jamaah haji DIY dijadwalkan akan dimulai pada 22 April mendatang melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyampaikan hal tersebut saat meninjau pemantapan kelompok terbang (kloter) jamaah asal Kabupaten Gunungkidul. Peninjauan berlangsung di Asrama Haji Yogyakarta pada Sabtu (11/4). Singgih menegaskan bahwa persiapan di DIY sudah sangat siap untuk menyambut para calon jemaah haji.
Kesiapan ini juga didukung oleh keberhasilan DIY sebagai pelopor embarkasi berbasis hotel yang dinilai efisien dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah. Kebijakan penambahan kuota haji turut berkontribusi dalam memangkas masa tunggu jamaah DIY secara signifikan. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang telah lama menantikan keberangkatan.
Advertisement
Advertisement
Singgih Januratmoko menyoroti model embarkasi haji berbasis hotel yang pertama kali diterapkan di Yogyakarta. Model ini dianggap lebih efisien secara operasional dibandingkan asrama haji tradisional. Efisiensi ini tidak hanya mengurangi biaya perawatan dan operasional negara, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.
Legislator tersebut menambahkan bahwa optimalisasi layanan ini sejalan dengan kebijakan penambahan kuota haji. Penambahan kuota ini berhasil memangkas masa tunggu jamaah DIY menjadi enam tahun lebih cepat. Sebelumnya, masa tunggu yang mencapai 32 tahun kini bisa maju menjadi 26 tahun berkat penambahan kuota 10 hingga 20 persen.
Penerapan embarkasi hotel dan penambahan kuota ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi calon jamaah. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan pemberangkatan haji.
Advertisement
Advertisement
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh, melaporkan kesiapan 361 jamaah kloter 10 asal Gunungkidul. Para jamaah ini telah menerima pembekalan intensif mengenai manasik haji dan teknik menjaga kebugaran fisik selama perjalanan. Kloter 10 terdiri dari 354 calon haji dan 6 petugas haji yang siap mendampingi.
Taufik Ahmad Soleh juga mengimbau para calon jamaah untuk menjaga stabilitas mental dan disiplin dalam pola konsumsi air. Hal ini penting guna mencegah dehidrasi ekstrem selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Menjaga kesehatan fisik dan mental adalah kunci utama kelancaran ibadah haji.
Untuk tahun ini, jumlah total calon jamaah haji DIY mencapai 9.320 orang, termasuk 104 petugas. Seluruh jamaah akan diberangkatkan melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Mereka akan mulai masuk embarkasi hotel pada 21 April dan terbang pada 22 April, dengan pemberangkatan terakhir pada 21 Mei 2026.
Advertisement
Sumber: AntaraNews