Ketua WML Serukan Persatuan Umat Muslim Dunia Lawan Ancaman Islamophobia yang Kian Meningkat

Ketua Liga Muslim Dunia (WML) Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa mendesak umat Muslim global bersatu menghadapi ancaman Islamophobia yang kian meningkat, menegaskan pentingnya kerja sama kolektif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ketua WML Serukan Persatuan Umat Muslim Dunia Lawan Ancaman Islamophobia yang Kian Meningkat
Sekjen Liga Muslim Dunia serukan **persatuan umat Islam** global, termasuk Indonesia, untuk menghadapi ancaman Islamofobia yang meningkat, bahkan dari internal. (AntaraNews)

Jakarta – Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Ketua Liga Muslim Dunia (WML), pada Jumat (06/12) menyerukan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk memperkuat persatuan. Seruan ini disampaikan guna menghadapi ancaman Islamophobia yang terus meningkat serta berbagai tantangan lainnya yang dihadapi komunitas Muslim secara global.

Dalam sebuah pertemuan penting yang diadakan di kediaman Duta Besar Saudi di Jakarta, Syekh Mohammed berdialog dengan para pemimpin agama dan politik Indonesia. Beliau menggarisbawahi bahwa umat Muslim saat ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks, mulai dari propaganda jihadis hingga hasutan kebencian terhadap Islam.

Menurutnya, tantangan-tantangan ini hanya dapat diatasi secara kolektif melalui kerja sama dan solidaritas yang kuat di antara seluruh umat Muslim. Persatuan menjadi kunci utama dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks dan penuh potensi konflik.

Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa secara tegas menyatakan bahwa Islamophobia telah menjadi ancaman serius yang bersifat global. Beliau menekankan perlunya kerja sama yang erat di antara komunitas Muslim untuk menghadapi fenomena ini secara efektif.

"Ada sesuatu yang disebut Islamophobia hari ini. Kita semua harus menghadapi tantangan ini bersama-sama," kata Syekh Mohammed, mengutip pernyataannya. Peringatan ini menegaskan urgensi untuk tidak meremehkan dampak negatif dari Islamophobia terhadap perdamaian dan kerukunan antarumat beragama.

Lebih lanjut, Syekh Mohammed mengungkapkan bahwa sebagian dari kekuatan pendorong Islamophobia berasal dari internal lingkaran Muslim sendiri, yang mengejar agenda pribadi mereka. Hal ini menyoroti kompleksitas masalah dan perlunya introspeksi serta pembenahan dari dalam komunitas Muslim.

Isu Islamophobia ini juga menjadi agenda utama dalam pertemuan WML baru-baru ini di Arab Saudi, yang dihadiri oleh ribuan pemimpin Islam dari seluruh dunia. Pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi penting yang mendesak tindakan kolektif yang lebih kuat untuk mengatasi masalah ini.

WML secara khusus mendorong umat Muslim Indonesia untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam melawan Islamophobia dan memperkuat persatuan. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tradisi toleransi yang kuat, dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi teladan.

Selain isu Islamophobia, Syekh Mohammed juga membahas krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza. Beliau menekankan urgensi untuk mencapai solusi dua negara guna mengakhiri konflik Israel-Palestina yang telah berkepanjangan dan menyebabkan penderitaan besar.

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Mohammed memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Majelis Umum PBB. Beliau menilai pidato tersebut sebagai bentuk dukungan tegas dan jelas dari Indonesia terhadap hak-hak rakyat Palestina.

"Kami berterima kasih kepada Presiden atas kata-kata yang kuat dan berani. Kontribusi Indonesia tidak diragukan lagi sangat penting," ujarnya, mengakui peran vital Indonesia di panggung internasional. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, duta besar dari beberapa negara, serta His Highness Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi