Kapolsek Lain di Garut Sebut AKP Sulman Aziz Mengada-ada Soal Arahan Dukung Jokowi

Senin, 1 April 2019 17:49 Reporter : Mochammad Iqbal
Kapolsek Lain di Garut Sebut AKP Sulman Aziz Mengada-ada Soal Arahan Dukung Jokowi Mantan Kapolsek Pasir Wangi, Garut AKP Sulman Ajiz. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah perwira yang bertugas di Polres Garut menyebut penyataan AKP Sulman Aziz, mantan Kapolsek Pasirwangi mengada-ada. Mereka memastikan tidak ada arahan apapun dari Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, untuk memenangkan salah satu calon presiden dalam Pemilu 2019.

"Saya selama mengikuti rapat bersama pak Kapolres belum pernah sekali pun mendapatkan arahan seperti itu. Yang ada adalah kita harus netral dan tidak memihak kepada salah satu calon," kata Kapolsek Cibalong, AKP Ridwan Tampubolon, Senin (1/4).

"Saya tahu sendiri. Beliau mengarahkan kita harus netral, mengamankan pemilu ini aman damai tertib," sambungnya.

Ia menduga pernyataan itu diucapkan AKP Sulman Aziz karena dimutasi dari Kapolsek menjadi Kanit di Dirlantas Polda Jabar. Padahal menurutnya, mutasi perwira kewenangannya tidak ada di Kapolres, melainkan di Polda Jabar.

"Sebagai anggota kepolisian seharusnya ya kita siap dimutasi kapan pun dan dimanapun penempatannya. Kecuali mau membuat polsek tandingan, ya silakan ada membuat polsek sendiri di Pasirwangi," ucapnya.

Ridwan mengaku tidak terlalu mengenal sosok Sulman karena orangnya pendiam dan jarang berbicara dan ngobrol.

"Karena mutasi aja jadinya membuat statemen yang enggak-enggak. Dia juga tidak pernah cerita curhat setelah dimutasi ke kita," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Leles AKP Asep Muslihat menegaskan hal serupa. Menurutnya, selama mengikuti kegiatan bersama Kapolres Garut tidak pernah ada perintah sebagaimana yang diceritakan AKP Sulman Aziz.

"Tidak ada. Tidak tahu darimana pernyataan itu bisa muncul. Dan kalau bertanya kemanapun pasti ga ada. Kalau iya ya iya kalau engga ya engga, yang saya ingat ga ada. Kalau kumpul bersama Kapolres lebih ke analisis dan evaluasi bulanan, Kamtibmas. Apa yang terjadi dan hambatannya apa," jelasnya.

Kompol Asep Suherli, juga termasuk perwira yang dimutasi bersamaan dengan Kapolsek Pasirwangi dan Kapolsek Malangbong. Sebelum dimutasi, dia mengaku tidak pernah menerima perintah untuk memenangkan salah satu calon presiden.

"Tidak ada memerintahkan untuk mendukung. Briefing per bulan itu untuk masalah tingkat kerawanan TPS karena banyak bertambah. (Statement AKP Sulman Aziz) ya mungkin mengada-ada, masalahnya karena dimutasikan," katanya.

Ia sendiri sangat menyayangkan pernyataan tersebut dikeluarkan rekannya. Padahal jika melihat durasi waktu menjabat Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz, sudah sekitar 2 tahun dan sudah waktunya diganti.

"Mutasi ini kan memang suka mendadak. Sebagai anggota polisi ya kita harus siap saja," ucapnya. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini