Kapolri Sebut 139 Orang Meninggal Dunia Akibat Tsunami di Banten
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut korban meninggal dunia akibat tsunami di wilayah Kabupaten Serang, dan Pandeglang, Banten mencapai 139 orang. Untuk wilayah Lampung Selatan hingga kini masih dikumpulkan informasinya.
"Sementara ini korban di Banten saja ada 139 yang sudah ditemukan meninggal dunia, yang luka dan berobat ada 600-an orang," kata Kapolri saat meninjau di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (23/12).
Saat ini, petugas gabungan sedang mencari korban yang diduga masih berada direruntuhan bangunan. Terutama di hotel, vila, cottage yang berada di sepanjang pantai Carita hingga Anyer.
"Mengevakuasi korban yang meninggal secepatnya, mengidentifikasi agar bisa cepat diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.
Tito mengimbau kepada masyarakat dapat tenang menghadapi musibah dan tidak percaya dengan informasi yang tidak benar di media sosial.
"Meminta kepada masyarakat tenang, bangsa Indonesia sudah takdirnya berada pada ini. Kita juga berada pada lempengan-lempengan gempa bumi dan gunung berapi," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo mengatakan total jumlah korban meninggal 168 orang, 745 orang terluka dan 30 orang lainnya hilang. Jumlah itu berdasarkan data pukul 13.00 WIB.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya