Ini Jalur Alternatif Akibat Pemudik Membludak Usai Keluar Tol Cileunyi

Polisi sudah menyiapkan pelbagai skema, termasuk di dalamnya rekayasa lalulintas berupa pengalihan arus ke jalan alternatif.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Ini Jalur Alternatif Akibat Pemudik Membludak Usai Keluar Tol Cileunyi
Polisi Cek Lalu Lintas Pemudik di Tasikmalaya. Mochammad Iqbal

Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi mulai Rabu (19/4) besok. Untuk mengantisipasi pelbagai kemungkinan lonjakan jumlah pemudik.

Polisi sudah menyiapkan pelbagai skema, termasuk di dalamnya rekayasa lalulintas berupa pengalihan arus ke jalan alternatif.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan bahwa untuk teknis di lapangan sudah disiapkan beberapa cara bertindak (CB) untuk mengatasi terjadinya kepadatan arus lalulintas di jalur selatan jawa. CB yang disiapkan mulai contra flow, one way sepenggal, hingga pengalihan arus lalulintas.

"Tapi kondisi ini semua di laksanakan sesuai dengan situasi yang terjadi. Nah kemudian ini terkait dengan beberapa polres dan beberapa kewilayahan ada koordinator yang akan mengkoordinir polres-polres yang terangkai tersebut sehingga rangkaian kemacetan atau mungkin kepadatan ini bisa diurai," kata Tompo, Selasa (18/4).

Setiap polres yang dilalui jalur selatan, menurutnya sudah menyiapkan CB untuk mengurai kepadatan arus. Namun khusus untuk kendaraan-kendaraan yang baru keluar dari tol Cileunyi, polisi juga menyiapkan skema penguraian dengan mengalihkan ke jalur alternatif.

Tiga Jalur Alternatif

Dalam kunjungan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus ke Pos Terpadu Limbangan Garut, Selasa (18/4) siang, setidaknya ada tiga jalur alternatif yang dipersiapkan untuk pemudik yang mengarah ke Tasik via Limbangan-Malangbong.

Ketiga jalur tersebut adalah Jatinangor keluar Rancaekek, Pamulihan keluar Parakan Muncang, dan Wado keluar Malangbong.

Untuk jalur Wado, Kapolda sempat menyatakan bahwa jalur tersebut dihindari digunakan di malam hari. Hal itu karena kondisi jalan yang kecil dan minim penerang jalan.

"Ini merupakan upaya untuk bisa mengurai tingkat kepadatan, tetapi ini juga alternatif ya semoga masalah pengalihan arus menuju kepada area untuk memperpanjang jalur ini tidak digunakan. Tetapi apabila terpaksa daripada stuck ya memang akhirnya akan dilaksanakan, titik untuk penguraian itu masih Jatinangor dulu untuk titik lain belum kita infokan," ungkap Tompo.

Tompo menyebut bahwa penggunaan jalur alternatif masih dalam pertimbangan karena tidak bisa diberlakukan bagi semua masyarakat yang menuju selatan. "Misalnya masyarakat Garut enggak mungkin dibuat penguraian seperti itu, jadi ini baru perencanaan saja tetapi belum tentu diterapkan," ujar dia

"Masalah asumsi peningkatan kita menjadikan pertimbangan, tetapi CB-CB yang kita gunakan juga harus disesuaikan. Seperti yang tahun lalu kan tidak ada penguraian yang menggunakan jangka jalur panjang," tandasnya.

Rekomendasi