Ini Dia Wajah dan Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus KontraS

Penemuan ini terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat, menandai kemajuan signifikan dalam kasus yang menghebohkan publik tersebut.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Ini Dia Wajah dan Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus KontraS
Ini Dia Wajah dan Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus KontraS (Merdeka.com)

Polri berhasil mengungkap identitas dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penemuan ini terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat, menandai kemajuan signifikan dalam kasus yang menghebohkan publik tersebut.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, saat beraksi terduga pelaku pertama yang mengendarai motor menggunakan kemeja batik bermotif biru. Sementara terduga pelaku kedua tampak menggunakan topi. Dia terlihat dibonceng pelaku pertama.

"Ini penumpang belakang di TKP terlihat menyiramkan (air keras) kepada korban. Gambar dari terduga pelaku atau eksekutor yang tertangkap kamera di sepanjang jalur dan di TKP," jelas Iman sambil menampilkan gambar terduga pelaku dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

Iman memastikan, gambar terduga pelaku tersebut berdasarkan tangkapan CCTV. Dia menegaskan, gambar tersebut bukan hasil kecerdasaan buatan atau AI.

"Ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera di sepanjang jalan dilalui pelaku. Sehingga bukan hasil AI," tegasnya.

Identitas Terduga Pelaku

Iman kemudian mengungkap kedua identitas terduga pelaku. Terduga pelaku pertama berisial GHC. Sementara terduga pelaku kedua adalah MAK.

"Kami menduga, bahwa 2 orang yang tadi kami tunjukkan tersebut, dari satu data inisial GHC, dua inisial MAK," jelasnya.

Iman menambahkan, tidak tertutup kemungkinan jumlah terduga pelaku lebih dari empat orang. Dia memastikan, polisi akan mengungkap kembali terduga pelaku jika sudah ada temuan baru.

"Dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana kami sampaikan awal ke rekan-rekan media," ucapnya.

Disiram Air Keras Usai Isi Podcast Remiliterisme

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK pada Kamis malam (12/3/2026). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," ujar Dimas seperti dikutip dari keterangan diterima, Jumat (13/3/2026).

Dimas menduga serangan itu merupakan upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia. Menurutnya, para pejuang HAM seharusnya mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM serta sejumlah aturan perlindungan terhadap pembela HAM.

Dia menegaskan peristiwa tersebut harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, baik lembaga penegak hukum maupun masyarakat sipil. KontraS pun mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap pelaku beserta motif di balik penyerangan.

“Penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," katanya. 

Rekomendasi