Haji Lulung pindah dari PPP ke PAN dan jadi caleg atas saran Habib Rizieq

Rabu, 18 Juli 2018 18:01 Reporter : Merdeka
Haji Lulung pindah dari PPP ke PAN dan jadi caleg atas saran Habib Rizieq Haji Lulung pasca pemecatan dirinya. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mendaftarkan diri menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Pria yang akrab disapa Haji Lulung itu menjelaskan alasan meninggalkan PPP.

"Konflik di PPP itu berkepanjangan. Kemudian kita juga merasa gelisah saat itu, sebelum konflik itu selesai muncul lah pilkada DKI. Nah dua-dua ini kan dukung Ahok, kemudian saya tidak mendukung Ahok. Kan yang punya hajat saya, ketua DPW Nah saya menentukan sikap bahwa saya tidak ke Ahok. Tapi saya diberhentikan, malah dipecat," kata Lulung saat dihubungi, Rabu (18/7/2018)

Atas dasar hal tersebut, dan atas saran Habib Rizieq Shihab, Lulung akhirnya memutuskan pindah ke PAN.

"Habib Rizieq saat saya ketemu beliau mengatakan pak haji Lulung nggak boleh berhenti di politik, tetapi boleh hijrah kepada partai yang berbasis umat. Nah saya cari dong partai yang berbasis umat apa, yang amanah, yaudah PAN. PAN, PAN adalah Nahdlatul Ulama," jelasnya.

Selain karena pemecatan dirinya sebagai kader PPP lantaran tidak mendukung Ahok, alasan lain Haji Lulung meninggalkan partai yang membesarkan namanya itu karena posisi sebagian ketua DPW tidak dikembalikan padanya.

"Kemudian sekarang katanya kan sudah selesai (masalah PPP). Tapi faktanya selesai apa? Tidak islah. Kalau selesai dia berikan dong ketua DPW nya kepada saya. Tapi saya kan dijanjiin manis doang, mau dikasih ke DPP," ucapnya.

"Yang menjadi catatan besar adalah PPP hari ini tidak sesuai dengan amar maruf nahi munkar. Tidak sejalan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berlandaskan Islam," tambah Lulung.

Meski permasalahan di interen PPP sudah selesai, Lulung berpendapat konflik belum selesai di kalanan umat dan kiai di Jakarta.

"Oleh karena itu, konflik PPP belum selesai. Sama siapa? Hari ini konflik PPP belum selesai dengan umat, khususnya di Jakarta. Kenapa? Karena umat kecewa. Oleh karenanya umat kecewa, banyak umat, terutama para kyai-kyai," katanya.

Selain itu, meski mencalonkan diri dari PPP, bukan berarti ia otomatis berhenti menjadi Wakil Ketua DPRD. "Jadi DPRD itu ada mekanisme sendiri untuk pemberhentian. Nah, nanti kalau udah saya jadi calon tetap, kan nanti sementara nih. Nah nanti menjelang tetap saya harus menyatakan berhenti di partai. Nah kemudian partai baru mengajukan untuk pergantian saya di DPRD. Masih panjang," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini