Para pelajar madrasah di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Riset 2025 (OMI Riset 2025) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Ajang kompetisi riset ini bertujuan untuk mengasah kemampuan ilmiah dan kreativitas siswa madrasah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan OMI Riset 2025 telah dimulai dari tingkat kabupaten/kota dan akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, H Muhammad Tambrin, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi aktif para pelajar. Dukungan penuh juga datang dari Kemenag kabupaten/kota serta pihak madrasah dalam menyukseskan gelaran olimpiade riset ini. Kompetisi ini menjadi wadah strategis bagi siswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka dalam bidang penelitian.
Tahap seleksi tingkat kabupaten/kota secara nasional, termasuk di Kalsel, telah berlangsung pada 9-12 September 2025. Setelah itu, kompetisi akan berlanjut ke tingkat provinsi dan puncaknya di tingkat nasional pada bulan Oktober 2025 mendatang. Para peserta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui hasil riset inovatif mereka.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Pelajar Kalsel dalam OMI Riset 2025
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, H Muhammad Tambrin, menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya minat pelajar madrasah di wilayahnya. "Saya sangat apresiasi para pelajar madrasah di provinsi ini berperan aktif untuk mengikuti ajang ini, demikian juga dukungan Kemenag kabupaten/kota dan madrasah," ujarnya di Banjarmasin. Partisipasi aktif ini menunjukkan semangat belajar dan berinovasi yang kuat di kalangan siswa madrasah.
Senada dengan itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Tanah Bumbu, H. Mahmud, mengonfirmasi bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan program Olimpiade Madrasah Indonesia Riset 2025 tingkat kabupaten/kota. Proses seleksi ketat telah dilakukan untuk menjaring talenta terbaik. "Pada 17 September 2025 kita akan menentukan peserta yang akan maju ke tingkat provinsi," kata H. Mahmud, menyoroti tahapan selanjutnya dalam kompetisi ini.
Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Riset ini menjadi agenda penting dalam kalender pendidikan madrasah. Event ini tidak hanya menguji kemampuan akademik tetapi juga melatih keterampilan riset. Diharapkan, melalui OMI Riset 2025, akan lahir peneliti-peneliti muda yang kompeten dan berdaya saing dari lingkungan madrasah.
Advertisement
Advertisement
Ekoteologi: Tema Riset Inovatif dari MTsN 1 Tanah Bumbu
Salah satu madrasah yang menunjukkan kesiapan penuh adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tanah Bumbu. Empat siswi berprestasi dari MTsN 1 Tanah Bumbu siap berlaga dalam Olimpiade Madrasah Indonesia Riset 2025. Mereka adalah Rizqina Habibatul Husna (IX D), Nabila Nadzwa (IX D), Zahra Tullatifah (IX A), dan Fayla Shareefa Jehan (VIII B). Keempatnya telah melalui bimbingan intensif dan seleksi internal madrasah.
Guru pembina riset MTsN 1 Tanah Bumbu, Asti Wulandari, menjelaskan bahwa tema penelitian siswinya berfokus pada ekoteologi. Tema ini merupakan perpaduan antara ilmu ekologi dan teologi, yang menyoroti hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. "Ekoteologi menyoroti hubungan antara manusia, alam dan Tuhan, serta peran agama dalam menjaga kelestarian lingkungan," terang Asti.
Melalui pendekatan ekoteologi, para siswi diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian integral dari ibadah. Asti Wulandari menambahkan, "Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Melalui riset ini, siswa belajar bahwa ajaran Islam sangat menganjurkan kita untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab dalam melestarikan bumi." Konsep ini memberikan dimensi spiritual pada upaya pelestarian lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Lebih dari Sekadar Kompetisi: Pembelajaran dan Jaringan
Partisipasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia Riset 2025 tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi semata, melainkan juga sebagai kesempatan berharga untuk pengembangan diri. Asti Wulandari menekankan bahwa ajang ini memberikan peluang besar bagi para siswi untuk menambah wawasan, pengalaman, dan memperluas jejaring. Mereka dapat berinteraksi dengan peneliti muda lainnya dari seluruh Indonesia, memperkaya perspektif mereka.
Filosofi "menang atau kalah itu urusan belakangan" menjadi pegangan utama bagi pembina dan peserta. Yang terpenting adalah proses pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti kompetisi. "Menang atau kalah itu urusan belakangan, yang terpenting adalah proses belajarnya," kata Asti Wulandari. Fokus utama adalah pada peningkatan kapasitas dan semangat riset.
Diharapkan, pengalaman berharga ini dapat dibagikan kepada teman-teman mereka di madrasah, menciptakan efek domino positif. Dengan demikian, semangat riset dan kepedulian terhadap lingkungan melalui lensa ekoteologi dapat tersebar luas. Olimpiade Madrasah Indonesia Riset 2025 menjadi platform penting untuk mencetak generasi muda yang inovatif, bertanggung jawab, dan berwawasan luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews