Fakta Rote Ndao: Hanya 13 Ribu Warga Terdaftar BPJS, Gubernur NTT Soroti Layanan Kesehatan di Kabupaten Terselatan NKRI

Gubernur NTT menyoroti rendahnya kepesertaan BPJS Kesehatan di Rote Ndao, kabupaten terselatan NKRI, serta optimalisasi layanan kesehatan. Apa langkah strategis pemerintah selanjutnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Rote Ndao: Hanya 13 Ribu Warga Terdaftar BPJS, Gubernur NTT Soroti Layanan Kesehatan di Kabupaten Terselatan NKRI
Gubernur NTT menyoroti rendahnya kepesertaan BPJS Kesehatan di Rote Ndao, kabupaten terselatan NKRI, serta optimalisasi layanan kesehatan. Apa langkah strategis pemerintah selanjutnya? (Merdeka.com)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Rote Ndao. Kabupaten yang merupakan wilayah terselatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini menjadi fokus perhatian terkait optimalisasi fasilitas diagnostik di setiap puskesmas.

Sorotan utama juga ditujukan pada peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat setempat. Hal ini disampaikan Gubernur Melki saat memberikan arahan kepada para camat, kepala desa/lurah, dan kepala puskesmas se-Rote Ndao.

Pertemuan penting tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Rote Ndao pada Minggu, 21 September. Gubernur menekankan pentingnya validasi data peserta BPJS Kesehatan agar dapat diusulkan ke pusat untuk pembiayaan melalui Kementerian Sosial.

Peningkatan Kepesertaan BPJS dan Cek Kesehatan Gratis

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena secara tegas menyatakan bahwa BPJS Kesehatan memiliki banyak manfaat krusial bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala desa dan lurah untuk bekerja serius dalam memvalidasi data penduduk.

Validasi data ini bertujuan agar masyarakat yang membutuhkan dapat diusulkan untuk pembiayaan BPJS melalui Kementerian Sosial. Saat ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Rote Ndao baru mencapai 13 ribu orang.

Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta hingga mencapai 22 ribu orang. Angka ini menunjukkan masih banyak potensi masyarakat yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti Program Nasional Cek Kesehatan Gratis yang baru diikuti sekitar 12 persen masyarakat Rote Ndao. Menurutnya, program ini sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga secara menyeluruh.

Integrasi Program Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam arahannya, Gubernur NTT mengingatkan bahwa sektor kesehatan harus berjalan seiring dengan program nasional lainnya. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis dan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Sinergi antarprogram ini diharapkan dapat mewujudkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap aspek kehidupan warga Rote Ndao mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyiapkan pola kolaboratif untuk program perumahan. Pola ini memanfaatkan dana dari provinsi, kabupaten, dan desa untuk membedah rumah warga.

Target ambisius telah ditetapkan, yaitu setiap desa akan memiliki 10 rumah yang dibedah menjadi rumah layak huni. Ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan Produk Unggulan Lokal Melalui NTT Mart

Selain fokus pada kesehatan dan perumahan, Gubernur juga mendorong setiap desa dan kelurahan untuk memiliki produk unggulan. Produk-produk lokal ini akan dipasarkan melalui platform NTT Mart.

Gubernur menekankan pentingnya pengembangan rantai nilai dari produk lokal, mulai dari tanam, panen, olah, kemas, hingga jual. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk-produk asli Rote Ndao.

Kerja sama dengan para pengusaha juga akan dijalin untuk mengembangkan produk lokal secara lebih luas. “Kita akan bekerja sama dengan para pengusaha untuk mengembangkan produk lokal sehingga desa, kabupaten, dan provinsi mendapatkan nilai tambah,” jelas Gubernur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi