Fakta Mengejutkan: Anggota DPR Soroti Pentingnya Gizi Siswa Sekolah Rakyat, Bukan Hanya Fasilitas Fisik!

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menekankan pentingnya pemenuhan gizi siswa Sekolah Rakyat untuk kualitas belajar, di samping fasilitas fisik. Ini krusial!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: Anggota DPR Soroti Pentingnya Gizi Siswa Sekolah Rakyat, Bukan Hanya Fasilitas Fisik!
Anggota Komisi VIII DPR RI mendesak evaluasi asesmen awal program Sekolah Rakyat setelah 9 siswa mengundurkan diri. Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya agar program ini berhasil? (Merdeka.com)

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi siswa Sekolah Rakyat. Penekanan ini disampaikan setelah peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangerang Selatan.

Menurutnya, evaluasi terhadap menu makanan yang disajikan harus dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan agar asupan gizi siswa menjadi lebih seimbang dan sesuai kebutuhan pertumbuhan mereka.

Pentingnya gizi yang memadai ini sangat krusial karena dikhawatirkan akan berdampak negatif. Kekurangan gizi dapat memengaruhi kesehatan fisik serta kualitas belajar para siswa di sekolah.

Pentingnya Gizi Seimbang untuk Siswa Sekolah Rakyat

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan bahwa aspek gizi siswa harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Fokus tidak boleh hanya terbatas pada pembangunan atau penyediaan fasilitas fisik semata. Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental siswa.

Selly menjelaskan bahwa menu makanan yang diberikan kepada para siswa perlu dievaluasi secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa makanan tersebut seimbang dan memenuhi kebutuhan gizi esensial bagi tumbuh kembang anak. Ini akan mendukung kinerja akademik mereka.

"Kalau gizi tidak terpenuhi, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas belajar mereka," kata Selly dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/9). Pernyataan ini menggarisbawahi dampak langsung dari asupan gizi yang kurang optimal.

Pemenuhan gizi yang baik merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi penerus bangsa. Dengan gizi yang cukup, siswa Sekolah Rakyat diharapkan dapat belajar lebih fokus dan mencapai potensi terbaiknya.

Optimalisasi Fasilitas dan Kriteria Seleksi Siswa

Sebelumnya, Selly Andriany telah meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (17/9). Ia menilai fasilitas sementara yang dimiliki Provinsi Banten tersebut sudah cukup memadai untuk menampung sekitar 141 siswa.

Namun, Selly menekankan bahwa fasilitas yang ada harus dimanfaatkan secara lebih maksimal. Pemanfaatan optimal ini penting guna menunjang kualitas pendidikan, serta membangun karakter moral dan spiritual para siswa yang bersekolah di sana.

Selain itu, Selly juga menyoroti mekanisme seleksi penerimaan siswa Sekolah Rakyat di Banten. Ia menyarankan agar kriteria tidak hanya didasarkan pada data Desil. Penting juga untuk mempertimbangkan rata-rata lama sekolah di tiap daerah sebagai faktor penentu.

Ia mempertanyakan apakah siswa yang direkrut oleh Provinsi Banten sudah tepat berasal dari keluarga kategori Desil-1 dan Desil-2. Hal ini mengingat rata-rata lama sekolah di Banten hanya sembilan tahun dengan penyebaran yang tidak merata antar wilayah.

Memastikan Bantuan Tepat Sasaran bagi Keluarga Miskin

Menurut Selly, daerah dengan rata-rata lama sekolah yang rendah, seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang, seharusnya mendapat prioritas. Prioritas ini dibandingkan dengan Kota Tangerang Selatan atau Kota Tangerang yang tingkat pendidikannya relatif lebih tinggi.

Selly kemudian menekankan pentingnya memastikan bahwa siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin. Mereka harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program bantuan tepat sasaran dan efektif.

"Yang paling krusial adalah memastikan siswa-siswa tersebut berasal dari keluarga yang sudah terdata dalam DTSEN. Karena faktanya masih banyak yang terdata, tetapi belum pernah menerima bantuan program dari pemerintah," ujarnya.

Verifikasi data dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk menghindari ketidakadilan. Hal ini juga memastikan bahwa bantuan pendidikan dan gizi benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan di Sekolah Rakyat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi