Bea Cukai Batam telah mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan patroli laut dan operasi intelijen di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau. Langkah ini diambil untuk mencegah serta menindak potensi maraknya aksi penyelundupan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang diperkirakan akan meningkat menjelang akhir tahun.
Peningkatan aktivitas penyelundupan ini kerap terjadi seiring dengan momen-momen hari besar seperti Natal dan Tahun Baru. Kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan barang impor di pasar domestik menjadi salah satu pemicu utama fenomena tersebut.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam, Muhtadi, menjelaskan bahwa tren akhir tahun selalu menunjukkan peningkatan kegiatan ekonomi. Kondisi ini secara langsung membuka celah bagi para pelaku penyelundupan untuk mencari cara memasukkan atau mengeluarkan barang secara ilegal.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Lonjakan Penyelundupan Jelang Akhir Tahun
Muhtadi mengungkapkan bahwa momen-momen hari besar di akhir tahun, seperti Natal dan Tahun Baru, seringkali menciptakan perbedaan signifikan antara permintaan dan ketersediaan barang. Terutama untuk barang-barang impor, harga yang lebih murah dari luar negeri seringkali mendorong masuknya produk secara ilegal.
Selain barang impor, kebutuhan produk dari Indonesia di luar negeri juga menjadi pemicu kegiatan ilegal. Contohnya adalah benih bibit lobster yang melimpah di Indonesia, namun sangat diminati dan memiliki pasokan terbatas di luar negeri.
Kondisi ini menciptakan celah besar bagi praktik penyelundupan, terutama ketika permintaan tinggi dan kegiatan konsumsi meningkat drastis. Bea Cukai Batam secara khusus mencermati tren ini sebagai bagian dari upaya pencegahan penyelundupan Batam.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengawasan dan Kinerja Satgas Pemberantasan Penyelundupan
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Bea Cukai Batam telah menyiapkan strategi pengawasan komprehensif yang mencakup jalur udara, laut, dan darat. Sebuah tim khusus, yaitu Satgas Pemberantasan Penyelundupan, telah dibentuk untuk fokus pada upaya ini.
Muhtadi menjelaskan bahwa tim telah menyiapkan analisis dari strategi intelijen, data-data pendukung, dan sumber daya manusia yang memadai. "Intinya bagaimana kami melakukan pengawasan," tegasnya, menunjukkan keseriusan dalam menekan angka penyelundupan Batam.
Sejak dibentuk pada 17 Juli 2025, Satgas Pemberantasan Penyelundupan Bea Cukai telah menunjukkan kinerja yang signifikan. Dalam periode singkat dari 1 Agustus hingga 7 September 2025, Satuan Tugas ini berhasil melakukan 174 penindakan terhadap berbagai upaya penyelundupan.
Advertisement
Selain itu, Satgas juga menerbitkan 77 nota hasil intelijen dan 22 surat bukti penindakan, memperkuat peran pengawasan Bea Cukai Batam. Kinerja positif ini juga tercermin dari total penerimaan negara sebesar Rp459,4 miliar dari bea masuk, bea keluar, dan cukai selama semester I tahun 2025. Muhtadi menambahkan, "Alhamdulillah, pembentukan satgas ini punya kerja maksimal, arahan dari Bapak Kepala Kantor Bea Cukai Batam, beliau langsung memandu kami, mendorong bagaimana Bea Cukai Batam bisa melakukan pengawasan tersebut."
Sumber: AntaraNews