Panggung Boss Stage Pestapora 2025 pada Sabtu (6/9) sore menjadi saksi bisu kolaborasi istimewa antara dua penyanyi solo ternama, Raisa dan Bernadya. Keduanya mengikuti jejak musisi lain yang tampil di festival ini dengan menyuguhkan penampilan duet dan konsep tukar lagu yang sangat dinanti.
Penampilan yang memukau ini berhasil menarik perhatian ribuan penonton yang memadati area festival. Mereka antusias menyaksikan bagaimana kedua musisi ini saling membawakan lagu milik satu sama lain, menciptakan suasana yang unik dan penuh kejutan.
Kolaborasi Raisa dan Bernadya tidak hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga sebuah interaksi artistik yang mendalam. Mereka berhasil menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi para penggemar, menunjukkan chemistry yang kuat di atas panggung.
Advertisement
Advertisement
Konsep tukar lagu dibuka oleh Bernadya yang dengan apik membawakan "Si Paling Mahir", sebuah lagu yang ditulis dan dipopulerkan oleh Raisa. Penampilan Bernadya ini langsung disambut meriah oleh penonton yang memadati area Boss Stage, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ide kreatif ini.
Setelah Bernadya sukses memanaskan suasana, giliran Raisa mengambil alih panggung dengan membawakan lagunya sendiri, "Could It Be Love". Lagu ini seketika menambah suasana ceria konser, membuat penonton ikut bernyanyi dan bergoyang.
Momen puncak duet Raisa dan Bernadya terjadi saat mereka membawakan dua lagu milik Raisa, yaitu "Usai Di Sini" dan "Jatuh Hati". Kedua lagu ini dibawakan dalam format band penuh, menambah kekuatan dan emosi dalam setiap liriknya. Di sela-sela bernyanyi, Raisa sempat bercerita kepada penonton bahwa "Usai Di Sini" adalah lagu "paling pahit" yang pernah dia tulis, menambahkan sentuhan personal pada penampilan mereka.
Advertisement
Tidak hanya membawakan lagu Raisa, Bernadya juga unjuk gigi dengan lagu-lagu miliknya sendiri, "Untungnya" dan "Apa Mungkin". Sebagai penutup penampilan yang tak terlupakan ini, Raisa membawakan salah satu lagu paling populer dari Bernadya, "Satu Bulan", yang menjadi penutup manis kolaborasi mereka di Pestapora 2025.
Advertisement
Festival musik Pestapora 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 5-7 September, tidak hanya diwarnai oleh penampilan musisi papan atas, tetapi juga oleh kontroversi. Beberapa musisi memutuskan untuk membatalkan penampilan mereka karena alasan keberadaan sponsor yang bertentangan dengan pandangan dan prinsip mereka.
Musisi yang memilih mundur dari Pestapora karena PT. Freeport menjadi salah satu sponsor festival termasuk Banda Neira, Hindia, Leipzig, .feast, Rebellion Rose, dan Sukatani. Keputusan ini menunjukkan sikap tegas mereka terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.
Di sisi lain, beberapa musisi seperti Yacko dan Sal Priadi tetap memilih untuk tampil. Mereka menunjukkan sikap berbeda dengan menyumbangkan pendapatan yang diperoleh dari festival tersebut kepada organisasi lingkungan hidup, sebagai bentuk komitmen mereka terhadap isu-isu yang relevan.
Advertisement
Menanggapi kontroversi yang berkembang, pihak Pestapora melalui pernyataan resmi telah mengumumkan pembatalan kerja sama dengan PT. Freeport. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut, menunjukkan upaya untuk merespons masukan dari para musisi dan publik.
Sumber: AntaraNews