Dituding Makar Karena Jadi Pembicara Diskusi, Guru Besar UII Polisikan Dosen UGM

Selasa, 2 Juni 2020 23:56 Reporter : Purnomo Edi
Dituding Makar Karena Jadi Pembicara Diskusi, Guru Besar UII Polisikan Dosen UGM Guru UII Laporkan Dosen UGM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Guru besar UII, Ni'matul Huda yang menjadi pembicara diskusi bertema 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang digelar Fakultas Hukum UGM melaporkan kasus teror dan pencemaran nama baiknya ke Polda DIY, Selasa (2/6).

Dalam laporannya ke Polda DIY, Ni'matul membuat satu aduan dan satu pelaporan. Aduan yang dibuat Ni'matul ini berkaitan dengan tulisan dosen UGM bernama Bagas Pujilaksono Widyakanigara. Laporan tersebut tertuang dalam Surat Pengaduan Nomor: Reg/0270/VI/2020/DIY/SPKT.

Ni'matul melaporkan Bagas atas dugaan pencemaran nama baik. Dugaan pencemaran nama baik ini berkaitan dengan tulisan opini Bagas di salah satu media online. Akibat tulisan opini Bagas yang viral dengan tudingan makar tersebut, Ni'matul mendapatkan serangkaian teror.

"Yang kita adukan Ir KPH Bagas. Diadukan terkait pencemaran nama baik saya. Pelanggaran UU ITE juga fitnah. Tiga hari sebelum acara sudah dibuat pernyataan oleh Bagas Pujilaksono bahwa ini gerakan makar di Yogya. Nah saya enggak bereaksi karena saya kenal dengan orang yang menulis itu. Saya pikir dia (Bagas) hanya main-main. Ternyata imbas dari viralnya statementnya mas Bagas akhirnya muncul teror," ucap Ni'matul di Polda DIY.

Ni'matul menyebut tudingan dari Bagas itu tidaklah tepat. Ni'matul menuturkan dari TOR yang disampaikan panitia kepada dirinya tak ada membahas tentang pemakzulan Jokowi. Materi yang dibahas adalah kajian pemakzulan Presiden sesuai UUD 1945 maupun pasca-amandemen UUD. Ni'matul menjabarkan bahwa materi itu merupakan materi kuliah biasa di mahasiswa semester 2 hukum tata negara.

Ni'matul menjabarkan bahwa dirinya juga melaporkan kasus teror yang dialaminya. Teror itu dialaminya sejak Kamis (28/5) malam hingga Jumat (29/5). Teror yang dialaminya itu berupa rumah digedor-gedor orang tak dikenal.

Ni'matul menambahkan jika teror juga dialaminya melalui telepon dan whatsapp. Dari percakapan whatsapp yang dikirimkan ke nomornya, ada ancaman pembunuhan kepada dirinya maupun keluarganya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini