Dewa United Banten Hadapi Tekanan Berat dari Pelita Jaya di Pembuka IBL 2026
Dewa United Banten kesulitan mengimbangi Pelita Jaya di babak pertama pembuka IBL 2026, tertinggal 39-50 dan tertekan sepanjang laga.
Tim tuan rumah Dewa United Banten menghadapi awal yang berat di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Mereka kesulitan meraih poin dari Pelita Jaya Basketball Jakarta pada babak pertama. Pertandingan ini berlangsung di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu malam.
Dewa United Banten harus tertinggal dengan skor sementara 39-50 saat turun minum. Pelita Jaya Basketball Jakarta tampil dominan sejak awal laga pembuka IBL 2026 ini. Tekanan signifikan dari tim tamu membuat produktivitas pemain Dewa United menurun drastis.
Laga ini menjadi pembuka musim IBL 2026 yang mempertemukan dua tim kuat. Dewa United Banten berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, solidnya permainan Pelita Jaya membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
Dominasi Pelita Jaya Sejak Awal Laga
Pelita Jaya berhasil memimpin delapan angka tanpa balas di awal kuarter pertama. Hal ini membuat mereka unggul jauh dengan margin 13 angka, yakni 8-21. Tim tamu yang sebelumnya bertemu di final IBL 2025 ini terus membangun keunggulan, menunjukkan performa yang konsisten.
Mereka berhasil menutup kuarter pertama dengan skor 15-29, mengukuhkan dominasinya. Pertahanan Dewa United Banten tampak kewalahan menghadapi serangan agresif lawan. Pelita Jaya menunjukkan permainan yang sangat solid dan terorganisir, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Dewa United sempat tertinggal 16 angka, yaitu 20-36, yang menjadi jarak terlebar di babak pertama tersebut. Tekanan terus-menerus dari Pelita Jaya membuat tim tuan rumah sulit bangkit. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Dewa United Banten di laga pembuka IBL 2026.
Performa Individu dan Statistik Tim
Pebasket Pelita Jaya, Amorie Archibald, tampil gemilang dengan membobol pertahanan Dewa United. Ia berhasil mencetak 14 poin, empat rebound, dan empat assist di babak pertama, menunjukkan kontribusi all-around yang signifikan. Kontribusinya sangat vital bagi keunggulan tim tamu dalam menguasai jalannya pertandingan.
Dua big man Pelita Jaya, Darious Motten dan Jeff Withey, juga menjadi momok bagi Dewa United. Motten menyumbang 11 poin, sementara Withey mencatatkan 10 rebound dan tujuh poin. Mereka berhasil membongkar pertahanan di area paint Dewa United Banten, mendominasi di bawah ring.
Secara keseluruhan, tim tamu terlihat tampil sangat solid dan efektif. Mereka berhasil memasukkan 19 tembakan dari 38 percobaan, mencapai persentase 50 persen yang impresif. Pelita Jaya juga unggul dalam rebound dengan perbandingan 26-19, serta assist 13-7, menunjukkan superioritas dalam berbagai aspek permainan.
Upaya Dewa United Memangkas Jarak
Meskipun tertinggal jauh, Dewa United Banten tidak menyerah begitu saja menghadapi Pelita Jaya. DJ Cooper mulai menemukan irama permainannya di pertengahan babak pertama. Kehadirannya memberikan harapan bagi tim tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan dan memotivasi rekan setim.
DJ Cooper membukukan 16 poin di babak pertama, termasuk dua kali tembakan tiga angka dari tujuh percobaan yang cukup krusial. Performa individu ini membantu Dewa United Banten memangkas jarak poin secara perlahan. Mereka berhasil mengurangi selisih menjadi 11 angka, yakni 39-50, saat turun minum.
Skor 39-50 menunjukkan bahwa Dewa United masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di babak kedua. Namun, mereka perlu meningkatkan pertahanan dan efisiensi serangan secara signifikan. Pertandingan IBL 2026 ini masih panjang dan penuh kejutan, menuntut fokus penuh dari kedua tim.
Sumber: AntaraNews