Dewa United Banten berhasil mengukir sejarah dengan menghentikan laju 13 kemenangan beruntun Pelita Jaya Basketball Jakarta. Pertandingan sengit ini tersaji dalam lanjutan Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2026. Laga tersebut berlangsung pada Minggu malam, 5 April 2026, di GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya menjadi ajang balas dendam bagi Dewa United atas kekalahan mereka di pertemuan pertama Januari lalu. Hasil ini juga menandai kekalahan perdana bagi Pelita Jaya yang sebelumnya memiliki rekor sempurna 13-0. Dewa United tampil solid di kedua sisi permainan, menunjukkan performa yang sangat impresif.
Tim Dewa United berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 81-70. Akurasi tembakan jarak jauh menjadi kunci utama keberhasilan mereka dalam pertandingan ini. Mereka sukses memasukkan 14 tembakan tiga angka dari total 32 percobaan yang dilakukan, sebuah statistik yang menonjol.
Advertisement
Advertisement
Performa Gemilang Donell Cooper II dan Tim Dewa United
Donell Cooper II menjadi motor kemenangan Dewa United dengan catatan hampir triple-double yang luar biasa. Ia membukukan 24 poin, 10 assist, dan delapan rebound. Kontribusi tembakan tripoinnya juga sangat signifikan, dengan enam tembakan sukses dari 11 percobaan.
"Tidak mudah untuk mengalahkan Pelita Jaya, terutama dengan pemain-pemain yang mereka miliki," kata Cooper seperti dilansir laman resmi IBL usai pertandingan. "Tetapi ini tentang latihan dan persiapan. Kami hanya tinggal fokus saja pada defense, dan semuanya berjalan sesuai dengan rencana."
Selain Cooper, kontribusi penting juga datang dari Troy Gillenwater yang mencetak double-double impresif dengan 18 poin dan 13 rebound. Joshua Ibarra juga tampil kuat di bawah ring, mengamankan 13 poin dan 18 rebound, menunjukkan dominasinya.
Advertisement
Guard lokal Hardianus turut mencuri perhatian setelah menyumbang 11 poin. Akurasi tembakan tripoinnya sangat impresif, berhasil memasukkan tiga dari empat percobaan yang ia lakukan.
Advertisement
Kunci Kemenangan dan Efektivitas Pertahanan Dewa United
Sepanjang pertandingan, Dewa United mampu menjaga keunggulan mereka dan bahkan sempat unggul hingga 15 poin. Konsistensi ini menunjukkan kematangan strategi yang diterapkan oleh tim.
Disiplin pertahanan yang ketat membuat Pelita Jaya kesulitan mengembangkan permainan mereka. Ini termasuk membatasi peluang kedua (second chance points) bagi lawan.
Sebaliknya, Dewa United justru mampu memanfaatkan peluang kedua ini untuk menghasilkan 18 poin tambahan. Hal ini menunjukkan efektivitas mereka dalam rebound ofensif dan penyelesaian akhir.
Advertisement
Dewa United juga berhasil menahan produktivitas poin Pelita Jaya di bawah 20 poin dalam tiga kuarter. Ini menjadi indikator kuat efektivitas pertahanan mereka sepanjang pertandingan krusial tersebut.
Advertisement
Tantangan Pelita Jaya dan Rekor Pertemuan
Dari kubu tuan rumah, Darius Moten menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pelita Jaya dengan 19 poin. Amorie Archibald menambahkan 18 poin dan delapan assist, menunjukkan upaya keras dari pemain inti.
Jeff Withey mencatat 13 poin dan 10 rebound meskipun mendapat penjagaan ketat sepanjang laga. Namun, minimnya kontribusi pemain cadangan menjadi kendala serius bagi Pelita Jaya.
Bangku cadangan Pelita Jaya hanya menyumbang empat poin pada pertandingan tersebut, sebuah angka yang sangat rendah. Hal ini kontras dengan kedalaman skuad Dewa United.
Advertisement
Hasil ini membuat rekor pertemuan dua finalis IBL 2025 tersebut menjadi imbang 1-1 pada musim reguler tahun ini. Pelita Jaya selanjutnya dijadwalkan menghadapi Bogor Hornbills pada 19 April, sementara Dewa United akan tampil di Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026 di Malaysia pada 15-16 April sebelum kembali melanjutkan kompetisi domestik menghadapi RANS pada 18 April.
Sumber: AntaraNews