Buruh Desak Polisi Buka Barisan di Depan Halte Tosari Menuju Istana Negara

Rabu, 1 Mei 2019 12:51 Reporter : Merdeka
Buruh Desak Polisi Buka Barisan di Depan Halte Tosari Menuju Istana Negara Massa Aksi Buruh di Jakarta. ©Liputan6.com/nandaperdanaputra

Merdeka.com - Ribuan buruh terus meminta dibukakan jalan untuk menuju Istana Negara, Jakarta Pusat. Mereka masih tertahan di Jalan Sudirman arah Bundaran Hotel Indonesia (HI) atau di depan Halte Transjakarta Tosari.

Pantauan Liputan6.com beberapa kali perwakilan dari para buruh bernegosiasi dengan pihak Kepolisian yang bertugas. Akan tetapi, pihak Kepolisian tidak berkenan membuka barisan.

Polisi beralasan Bundaran HI tidak diperuntukan sebagai lokasi menyerukan pendapat. Sebab hal tersebut bertentangan dengan Pergub Nomor 232 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

"Kita aksi damai, kita hanya ingin lewat. Kita ingin ke Istana Negara," kata orator di atas mobil komando, Rabu (1/4).

Sebelumnya, May Day 2019 akan diperingati puluhan ribu buruh di Jakarta. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, ribuan personel gabungan Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan ke dua lokasi perayaan Hari Buruh di Jakarta, (Rabu (1/5/2019).

"Ada dua lokasi, pertama di lokasi Istora Senayan kita siapkan sekitar 1.500 personel gabungan dan kedua di Istana Negara ada 25.000 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Di Istana Negara, kata Argo, buruh akan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Sementara di Istora Senayan akan diadakan ceramah

Buruh Kecewa Tak Bisa Dekati Istana Negara

Sementara itu, massa buruh kecewa lantaran tidak bisa mendekat ke Istana Negara gara-gara blokade kawat berduri yang cukup jauh di sejumlah titik jalan. Kekecewaan pun disampaikan lewat mobil komando.

"Yang harusnya kita ke Istana tapi sudah diblokade di sini kawan-kawan. Sangat luar biasa," tutur orator wanita dari atas mobil komando.

Bersama dengan massa pembawa bendera Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (Ferpasi) dan Kesatuan Pekerja Serikat Nasional (KSPN), mereka mengeluhkan mengapa harus sejauh itu kawat berduri dipasang.

"Kami buruh penyumbang pajak terbesar negeri ini," jelas dia.

Reporter: Ika Defianti, Muhammad Radityo [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini