Bulog Pastikan Stok Beras Aceh Aman Jelang Ramadan dengan Tambahan 50.000 Ton
Bulog akan pasok 50.000 ton beras tambahan ke Aceh. Ini untuk amankan ketersediaan pangan dan stabilisasi harga jelang Ramadan serta Idulfitri 2026, usai bencana banjir dan tanah longsor.
Badan Urusan Logistik (Bulog) akan segera menambah pasokan beras sebanyak 50.000 ton ke wilayah Aceh. Penambahan ini bertujuan untuk mengamankan ketersediaan pangan di tengah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Langkah strategis ini juga dilakukan sebagai antisipasi menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penambahan pasokan beras ini akan membuat total cadangan beras pemerintah di Aceh mencapai lebih dari 100.000 ton. Stok yang melimpah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas harga dan akses pangan yang adil bagi masyarakat.
Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat Aceh tidak mengalami kesulitan pangan, terutama saat memasuki periode puasa. Ketersediaan beras yang cukup sangat krusial untuk mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana alam.
Penguatan Cadangan Pangan dan Stabilisasi Harga
Saat ini, cadangan beras pemerintah di Aceh tercatat sebanyak 64.889 ton, jumlah yang sudah cukup signifikan. Dengan tambahan 50.000 ton, Bulog optimis posisi stok beras akan sangat aman, melampaui angka 100.000 ton.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa upaya ini merupakan komitmen Bulog untuk menjaga ketersediaan beras di pasar. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas pokok tersebut di tingkat konsumen.
Ketersediaan beras yang stabil dan harga yang terkendali sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan. Hal ini juga krusial untuk menghadapi peningkatan permintaan saat bulan Ramadan dan Idulfitri.
Selain beras, Bulog juga telah menyiapkan stok minyak goreng sebanyak 307.220 liter sebagai cadangan. Persediaan ini siap didistribusikan untuk mendukung kebutuhan pokok di seluruh provinsi Aceh.
Distribusi Bantuan dan Respon Cepat Bencana
Selama fase tanggap darurat bencana, Bulog telah menyalurkan 12.561 ton cadangan beras pemerintah kepada masyarakat terdampak. Pemerintah daerah juga turut berkontribusi dengan melepaskan 154 ton beras sebagai bagian dari logistik darurat regional.
Rizal Ramdhani menyebutkan bahwa Bulog juga telah mengirimkan tambahan 5.000 ton beras atas permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Pasokan ini telah didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota di seluruh provinsi.
Secara terpisah, Bulog juga mengirimkan bantuan beras sebanyak 8.922 ton ke Aceh atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini dilengkapi dengan 1.784 liter minyak goreng untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Distribusi bantuan awalnya difokuskan pada wilayah Takengon dan Bener Meriah, yang sempat terisolasi akibat bencana. Selanjutnya, bantuan diperluas ke Aceh Tamiang dan area terdampak lainnya.
Komitmen Bulog untuk Masyarakat Terdampak
Tidak hanya bantuan pangan, Bulog juga memberikan dukungan berupa bantuan tunai dan pakaian kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memaksimalkan dukungan logistik bagi komunitas yang terkena dampak bencana.
Penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran menjadi prioritas utama Bulog dalam setiap situasi darurat. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kembali bahwa Bulog akan terus berupaya memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
Sumber: AntaraNews