Beredar foto dan video kekerasan polisi saat menangkap petani

Senin, 11 Mei 2015 14:08 Reporter : Al Amin
Beredar foto dan video kekerasan polisi saat menangkap petani Petani dipukuli. ©facebook.com/Ghina Sari Mustika

Merdeka.com - Sejumlah foto yang memperlihatkan perlakuan arogan polisi yang beredar di media sosial, ketika menahan sejumlah petani mendapat kecaman netizen. Dalam foto tersebut, terlihat puluhan petani ditelanjangi dengan tangan diborgol.

Bahkan salah satu petani terlihat mengalami luka di bagian kepala. Mata kanan petani pria berbadan tambun tersebut luka dan mengeluarkan darah.

Foto kekerasan tersebut diunggah ke Facebook oleh akun Facebook atas nama Ghina Sari Mustika pada Senin (11/5) pagi. Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan jika penangkapan tersebut terjadi di Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Namun berselang beberapa waktu kemudian, foto tersebut telah dihapus.

Sementara itu, sebuah video yang diunggah ke YouTube memiliki kesamaan lokasi dengan foto yang diunggah Ghina Sari Mustika. Dalam video berdurasi 21 menit 55 detik tersebut terlihat bagaimana kekerasan yang dilakukan polisi.

Dalam video berjudul 'Penangkapan Petani Penggarap Lahan HGU PT. Sindoka Di Luwu Timur', terlihat bagaimana polisi meminta petani untuk melepaskan pakaiannya. Tidak cuma itu, sejumlah polisi juga menghardik dengan perkataan kasar.

petani dipukuli

Di menit ketujuh, detik kesebelas, seorang polisi berpangkat kompol tampak menekan kepala salah seorang petani yagn sedang jongkok ke bawah. Polisi tersebut memerintahkan petani tersebut dibawa ke kantor polisi.

"Bawa ke sana. Bawa. Daripada saya seret," teriak salah seorang polisi di menit ketujuh detik ketiga puluh.

Video penangkapan yang diunggah pada 10 Maret 2015 tersebut mendapat komentar beragam dari netizen. Sebagian besar dari mereka mengecam tindakan kekerasan dan arogan yang dilakukan anggota korps Bhayangkara tersebut.

"Bukti matinya naluri polisi, matinya hati nurani polisi yang hanya mempertuankan kaum pemodal. menindas rakyat menindas Indonesia," tulis channel Muhammad suaib Natsir, Senin (11/5).

"Saya cuma bisa prihatin sebagai sesama manusia," tulis channel Roso Sasongko.

[amn]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polisi
  3. Petani
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini