Pemerintah menerapkan teknologi operasi modifikasi cuaca (OMC) berbasis dry ice atau karbon dioksida padat untuk membantu mengurai penumpukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan jarak pandang di wilayah terdampak asap tebal.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa dry ice bersuhu minus 78,5 derajat Celsius disebarkan dari pesawat ke lapisan atmosfer pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 7.000 kaki.
Lantas, bagaimana cara kerja teknologi ini, di mana penerapannya, dan bagaimana langkah pemerintah untuk memastikan keamanannya?
Advertisement
Apa itu dry ice dan bagaimana cara kerjanya?
Dry ice merupakan karbon dioksida dalam bentuk padat yang memiliki suhu sangat rendah, yakni sekitar minus 78,5 derajat Celsius.
Dalam operasi ini, material tersebut disemai dari pesawat pada lapisan inversi atmosfer, yaitu lapisan udara yang dapat menghambat pergerakan vertikal udara sehingga asap terperangkap di dekat permukaan.
Menurut penjelasan BNPB, penyemaian dry ice ditujukan untuk mendinginkan lapisan atmosfer hingga sekitar minus 75 derajat Celsius. Proses tersebut diharapkan membuat kondisi udara lebih labil sehingga asap yang menumpuk di lapisan bawah dapat terdorong naik dan menyebar lebih luas.
Dengan berkurangnya penumpukan asap di dekat permukaan, jarak pandang di wilayah terdampak diharapkan meningkat.
Meski demikian, OMC berbasis dry ice berfokus pada penanganan penumpukan asap dan peningkatan jarak pandang. Teknologi ini tidak menggantikan pemadaman api sebagai upaya utama penanganan karhutla.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373902/original/034669300_1791996069-Lampung_water_bombing_kahutla_1_.jpg)
Advertisement
Di mana teknologi dry ice diterapkan?
BNPB bersama TNI dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai menerapkan OMC berbasis dry ice di Sumatera Selatan pada 16 Oktober 2026.
Operasi tersebut menggunakan pesawat Casa 212 dengan registrasi A-2117. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
BNPB melaporkan bahwa penyemaian butiran dry ice berukuran sekitar 3 milimeter pada 16 Oktober menunjukkan peningkatan jarak pandang dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, yakni 15 Oktober 2026.
Operasi serupa kemudian diperluas ke Kalimantan Tengah pada 19 Oktober 2026 menggunakan pesawat Casa 212-200/A-2107.
Hasil awal di Palembang tersebut menjadi indikasi adanya perbaikan jarak pandang setelah penyemaian. Namun, data yang disampaikan BNPB belum cukup untuk menyimpulkan efektivitas metode ini dalam berbagai kondisi cuaca dan tingkat kepekatan asap.
Advertisement
Mengapa BNPB mengevaluasi prosedur penyemaian?
Dalam pelaksanaan operasi, BNPB menerima laporan masyarakat mengenai material dry ice yang ditemukan jatuh di kawasan permukiman.
Menanggapi laporan tersebut, BNPB mengevaluasi standar operasional penyemaian untuk meminimalkan risiko material mencapai permukaan tanah.
Tim penerbangan kemudian memperketat prosedur dengan memasang saringan khusus pada corong penabur serta memecah dry ice menjadi butiran lebih halus. Langkah tersebut ditujukan agar material menguap di udara sebelum mencapai permukiman.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan operasi modifikasi cuaca berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat di wilayah sasaran.
Advertisement
Apakah dry ice menjadi satu-satunya upaya penanganan karhutla?
Tidak. OMC berbasis dry ice merupakan salah satu bagian dari operasi penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah melalui jalur udara dan darat.
BNPB mengerahkan total 49 armada udara nasional, yang terdiri atas 32 unit untuk operasi pengeboman air (water bombing) dan 17 unit pesawat patroli maupun operasi modifikasi cuaca.
Selain itu, penanganan karhutla di enam provinsi prioritas didukung lebih dari 60 ribu personel gabungan di darat.
BNPB juga melaporkan bahwa luas area terbakar yang berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas mencapai 454,25 hektare. Upaya pemadaman dan pendinginan tetap diperlukan untuk mengendalikan sumber api serta mencegah kebakaran meluas.
Advertisement
Apa yang perlu dilakukan masyarakat saat kabut asap terjadi?
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk.
Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Penerapan OMC berbasis dry ice diharapkan membantu mengurangi penumpukan asap dan memperbaiki jarak pandang. Namun, keberhasilan penanganan karhutla tetap bergantung pada kombinasi berbagai langkah, mulai dari pemadaman api, pemantauan wilayah rawan, hingga pencegahan kebakaran baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4765255/original/034797900_1709805415-kwon-junho-eAW4npa0uSk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340900/original/007589000_1788529093-kal4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379448/original/040977000_1792628100-IMG-20261021-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379402/original/096940900_1792603918-Sekretaris_BNPPDT_Makhruzi_Rahman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379390/original/086225100_1792598171-IMG-20261021-WA0136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354211/original/074161500_1790043026-IMG-20260922-WA0013.jpg)