Gapura di Sidoarjo Ini Konon Pintu Suci Menuju Kerajaan Majapahit, Ini Potretnya

Berusia lebih dari 650 tahun, gapura ini masih berdiri megah hingga sekarang

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Gapura di Sidoarjo Ini Konon Pintu Suci Menuju Kerajaan Majapahit, Ini Potretnya
Candi Dermo (© 2024 merdeka.com/Google Maps)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sidoarjo merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki sejumlah unsur kebudayaan. Salah satunya adalah peninggalan masa kerajaan Majapahit yakni Candi Dermo.

Candi Dermo

Candi bercorak Hindu ini
dibangun di bawah pemerintahan Adipati Terung,
yakni saat Majapahit dipimpin Raden Hayam Wuruk. Candi Dermo dulunya mempunyai empat arca yang menempel pada dindingnya. Arca tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu arca manusia bersayap dan arca Kala. Demi kepentingan keamanan, saat ini arca tersebut dipindahkan ke Museum Majapahit di
Trowulan, Mojokerto.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Candi Dermo
menggunakan batu bata merah yang membuatnya
berwarna oranye hingga cokelat. Penggunaan batu bata merah ini merupakan karakteristik candi-candi di Jawa Timur. 

Pintu Suci

Candi Dermo yang diperkirakan dibangun pada tahun 1353 masehi ini berjenis gapura paduraksa. Gapura ini dipercaya sebagai pintu suci untuk memasuki kawasan Kerajaan Majapahit.

Candi Dermo
mempunyai struktur yang cukup ramping dengan
atap yang mengerucut ke atas. Mengutip artikel berjudul Penerapan Ornamen dan Struktur Candi Dermo pada Perancangan Rupa Huruf Eksperimental karya Ika Hanny dan Hendro Aryanto (Jurnal Barik Unesa, 2023), Candi Dermo memiliki struktur bangunan unik dengan sayap pada
kedua sisi candi. Pada setiap sisinya terdapat motif. 

Pemugaran

Pemugaran
Dok. Istimewa

Candi ini telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pasalnya, banyak bagian candi rusak akibat ulah tangan-tangan jail. Selain itu, tidak sedikit bagian yang runtuh karena faktor usia. Candi Dermo selesai dipugar pada tahun 2020 silam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada Candi Dermo terdapat ornamen relief non-cerita. Meskipun dipugar beberapa kali, Candi ini masih memiliki ornamen yang
menempel pada beberapa bagian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ornamen pada dinding berupa sulur daun yang mengelilingi bagian atas sisi luar candi. Adapun pada bagian kaki candi terdapat beberapa motif geometris.

Rekomendasi