Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap rencana operasional KA Nusantara Explorer, kereta mewah yang dijuluki 'hotel berjalan' di atas rel. Pada tahap awal, layanan ini diprioritaskan untuk wisata.
Ia menyebut belum ada rute reguler yang dilayani. Skema perjalanan akan disiapkan sebagai kereta wisata, dengan pengaturan teknis berada di PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pada uji awal, rangkaian sempat melaju ke Yogyakarta hingga Semarang. Ke depan, lintasan akan disesuaikan dengan permintaan konsumen.
Advertisement
Penyempurnaan Usai Masukan Presiden
Dudy mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menjajal langsung layanan tersebut dan memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan. Pernyataan itu ia sampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).
"Kemarin Presiden sudah mencoba penggunaan perdananya. Nanti kita sempurnakan berdasarkan apa yang menjadi masukan dari Presiden. Kemudian kita akan siapkan untuk wisata khususnya," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan layanan ini akan berjalan dengan pola fleksibel sebagai kereta wisata. "Sementara itu untuk wisata. Jadi on request nanti tapi teknisnya nanti KAI yang akan mengaturnya. Tapi ini lebih kepada kereta untuk wisata," tuturnya.
Advertisement
Uji Coba ke Yogyakarta–Semarang, Opsi Surabaya
Pada tahap percobaan, KA Nusantara Explorer telah melintas menuju Yogyakarta hingga Semarang. Dudy membuka kemungkinan perjalanan lebih jauh bila ada permintaan.
"Ya, ke Jogja, kemudian yang kemudian kemarin ke Semarang, itu kita coba. Tapi tidak membuka peluang juga untuk ke wilayah Surabaya atau ini kan karena wisata kalau request-nya memang jarak jauh," jelas dia.
Hingga kini belum ada jadwal maupun rute tetap yang diumumkan untuk lintasan-lintasan tersebut.
Advertisement
Melintasi Jalur Selatan, Potensi Hingga Banyuwangi
Dudy menyebut rute Jakarta–Banyuwangi menjadi salah satu opsi bila ada permintaan, dengan pertimbangan panorama jalur selatan.
"Kemarin ada pemikiran misalnya dari Jakarta sampai Banyuwangi ya, karena mereka akan di rute selatan untuk melihat pemandangan. Kalau memang permintaannya sampai Banyuwangi ya dilayani sampai Banyuwangi," tuturnya.
Tujuannya untuk menyajikan pemandangan yang menarik bagi penumpang. Adapun rangkaian KA Nusantara Explorer dikembangkan di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Advertisement
Prabowo Menjajal 'Hotel' Berjalan dan Dorong Kereta Wisata
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak kembali ke Jakarta usai rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), menggunakan KA Nusantara Explorer dari Stasiun Batang, Kabupaten Batang. Rangkaian berangkat sekitar pukul 17.05 WIB menuju Jakarta.
Presiden juga memakai rangkaian yang sama saat melanjutkan perjalanan dari Kota Semarang menuju Kabupaten Batang dalam agenda kunjungan kerjanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan penggunaan KA Nusantara Explorer sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat pariwisata nasional melalui layanan berbasis kereta api. "Dalam rangka kita meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya Bapak Presiden menghendaki untuk kita mengembangkan pariwisata berbasis kereta api," kata Prasetyo kepada wartawan di Kereta Nusantara Explorer saat perjalanan dari Batang menuju Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan PT KAI telah memiliki unit usaha untuk kereta wisata, dan diminta untuk diperkuat melalui pengembangan gerbong baru yang terintegrasi dengan destinasi unggulan. "Sebenarnya PT KAI kan memang sudah memiliki perusahaan yang memang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Pak Presiden minta untuk diperkuat, kita bikin gerbong baru yang nanti akan dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki," ujar Prasetyo.
Prasetyo menyebut rangkaian yang digunakan Presiden masih dalam tahap uji coba dan belum diluncurkan resmi. Ia mengapresiasi kualitas gerbong yang dinilai sudah memenuhi standar internasional. "Hari ini masih uji coba karena memang secara resmi belum di-launching dan menurut kami tadi yang sempat diajak untuk menengok ke dalam interior kabin gerbong, kita cukup mengapresiasi bahwa sekarang PT KAI mampu untuk memproduksi gerbong kereta api berkelas dunia, berkelas internasional," ujar Prasetyo.