PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai BKI, telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan berbagai pemangku kepentingan di industri pelayaran. Langkah ini diambil untuk mendukung kemajuan industri pelayaran wisata dan dilakukan dalam rangka acara INSA Yacht Festival (IYF) 2026 yang berlangsung di Benoa, Bali.
Dalam penandatanganan MoU tersebut, BKI bekerja sama dengan Indonesian National Shipowners' Association (INSA), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, kelayakan teknis, serta pengelolaan risiko maritim di sektor wisata, sehingga industri pelayaran dapat berkembang dengan lebih baik.
MoU ini ditandatangani oleh beberapa tokoh penting, termasuk Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Delil Khairat. Keberadaan mereka dalam penandatanganan ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas industri pelayaran di Indonesia.
R. Benny Susanto, selaku Direktur Utama BKI, mengungkapkan pentingnya penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan. "Melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, BKI optimistis bahwa melalui penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan dunia maritim di sektor pariwisata yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu bersaing di tingkat global," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan keyakinan BKI dalam menciptakan lingkungan maritim yang lebih aman.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, BKI juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Tringgading Agung Pratama, PT Wisata Biru Indonesia, dan PT Pelayaran Wisata Laut Varuna Sakti. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri pelayaran serta meningkatkan keselamatan maritim di sektor wisata, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri pariwisata di Indonesia.
Melalui sinergi antara berbagai pemangku kepentingan ini, BKI berkomitmen untuk memperkuat penerapan standar keselamatan pada industri pelayaran wisata. Dengan upaya ini, diharapkan kegiatan pelayaran wisata akan menjadi lebih aman dan dapat diandalkan, serta mendukung pengembangan industri pariwisata maritim secara berkelanjutan di tanah air.