Dua dari 12 pengguna yang terdampak insiden "Eskalator Mundur" di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih menjalani perawatan di RS Duta Indah. KAI Commuter memastikan pembiayaan pengobatan para korban ditanggung dan pendampingan diberikan hingga tuntas.
Perusahaan menyebut seluruh pengguna yang terdampak mendapat atensi. Dari total 12 orang, tujuh di antaranya melanjutkan perjalanan, sementara lima sempat dirujuk ke RS Duta Indah untuk penanganan lebih lanjut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda merinci perkembangan kondisi korban yang dirujuk.
"Dari lima orang yang dirujuk, tiga orang sudah kembali ke rumah dan dua orang masih dalam perawatan. Kami akan terus dampingi yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik," kata Karina dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).
Terkait pembiayaan, KAI Commuter menyatakan telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja Putra (JRP) untuk masa perawatan dan pengobatan para pengguna terdampak.
"Kami telah berkoordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang terdampak selama masa perawatan dan pengobatan," ujarnya.
Advertisement
Pemeriksaan Eskalator Mundur dan Proses Perbaikan
Pemeriksaan terhadap eskalator yang mengalami gangguan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menemukan adanya masalah pada sistem penggerak.
KAI Commuter bersama KAI dan mitra terkait langsung melakukan pengecekan di lokasi. Saat ini, perbaikan dikerjakan secara intensif oleh tim teknis.
Setelah perbaikan selesai, eskalator akan melalui uji kelayakan sebelum kembali dioperasikan untuk memastikan aspek keselamatan pengguna.
Selama masa perbaikan, pengguna diarahkan menggunakan tangga manual. Pengguna prioritas disarankan memanfaatkan lift yang berada di belakang musala.
Karina juga mengimbau pengguna Commuter Line yang transit maupun keluar-masuk Stasiun Duri agar tidak terburu-buru dan tidak berlari saat berpindah peron.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna," katanya.