BPS: Turis Asing Menginap 10 Malam di RI, Ini Pos Pengeluaran Terbesar

BPS mencatat turis asing rata-rata tinggal 10,30 malam dengan belanja US$1.285 per kunjungan. Pos apa yang paling besar? Simak temuan terbaru.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
BPS: Turis Asing Menginap 10 Malam di RI, Ini Pos Pengeluaran Terbesar
Ilustrasi kedatangan turis asing ke Bali. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan turis asing rata-rata menginap 10,30 malam di Indonesia pada triwulan II-2026. Rata-rata pengeluaran per kunjungan tercatat stabil di US$1.285 atau sekitar Rp 23 juta (estimasi kurs Rp 17.989 per dolar AS).

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut alokasi belanja wisman untuk hiburan, sewa kendaraan, dan transportasi udara domestik menunjukkan peningkatan porsi pada periode tersebut.

"Rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan II-2026 yaitu 10,3 malam. Berdasarkan jenis pengeluarannya, proporsi terbesar masih dialokasikan untuk akomodasi sebesar 37,21%," kata Ateng di Kantor BPS, Senin (3/8/2026).

Durasi Menginap dan Pola Belanja Turis Asing

BPS mencatat durasi tinggal wisman pada triwulan II-2026 sedikit lebih singkat dibanding triwulan sebelumnya. Kendati demikian, rata-rata pengeluaran per kunjungan tidak berubah signifikan.

Selain akomodasi sebagai pos terbesar, porsi pengeluaran untuk makanan dan minuman mencapai 19,81%. Adapun belanja dan cenderamata menyumbang 11,04% dari total pengeluaran wisman.

Pada saat yang sama, BPS juga mencatat kenaikan proporsi pengeluaran untuk pos hiburan, penyewaan kendaraan, serta penerbangan domestik dibanding periode sebelumnya.

Kunjungan Wisman Semester I 2026 Tertinggi Sejak 2020

Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,39 juta kunjungan, naik 0,32% dibandingkan Mei 2026, meski turun 2,15% secara tahunan dibanding Juni 2025.

Secara kumulatif, total kunjungan wisman selama Januari–Juni 2026 mencapai 7,45 juta, tumbuh 5,71% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. BPS menyebut capaian ini sebagai yang tertinggi untuk semester pertama sejak 2020.

Wisman asal Malaysia mendominasi dengan porsi 18,66%, disusul Singapura 12,25% dan Australia 12,08%. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi pintu masuk utama, khususnya bagi wisatawan asal Australia.

Mobilitas Wisatawan Nusantara Mencetak Rekor

Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, naik 0,97% dibanding bulan sebelumnya.

Sepanjang Januari–Juni 2026, total perjalanan wisnus menembus 630,41 juta perjalanan. Secara tahunan, angka kumulatif ini tumbuh 2,71% dibanding periode yang sama tahun lalu.

BPS menyebut akumulasi pergerakan wisnus tersebut sebagai rekor tertinggi sejak 2019.

Prabowo Tekankan Kebersihan untuk Daya Tarik Wisata

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kebersihan kota dan lingkungan sebagai daya tarik wisata. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

"Selain kebersihan kita juga perlu hidup dalam alam yang indah, estetikanya. Karena ini adalah salah satu upaya daya tarik untuk pariwisata. Pariwisata adalah pencipta lapangan kerja yang sangat besar," kata Prabowo.

"Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok, dia tidak akan datang ke pantai penuh plastik dan sampah, dia tidak mau datang melihat sungai-sungai dan kali-kali yang penuh dengan sampah," tegasnya.

"Selain tidak sehat untuk kita, tidak bagus untuk harga diri kita. Kita harus bertekad membersihkan semua kota kita, membersihkan semua kali kita, membersihkan semua sungai kita," imbuh Kepala Negara.

Rekomendasi