Para penikmat kuliner ikan laut dan tawar perlu mencoba datang ke Pasar Ikan Asap di Pasuruan. Mengunjungi Pasar Ikan Asap bisa menjadi pilihan tepat karena para wisatawan akan disuguhi pemandangan menarik.
Pasar Ikan Asap itu terletak di bantaran sungai Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Dilansir dari pasuruankab.go.id, wisatawan bisa melihat langsung proses pengasapan ikan sembari menikmati pemandangan air sungai yang ditumbuhi banyak tanaman air seperti Eceng Gondok.
Advertisement
Puluhan Lapak Berjajar
Puluhan lapak penjual berjajar menjajakan produk khasnya masing-masing. Meskipun begitu, para pengunjung tidak perlu bingung dengan harga ikan asap di sana. Para penjual menetapkan harga yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya.
Para pelapak ikan asap itu tergabung dalam Kelompok Usaha Perikanan Mina Sumber Rejeki. Pada 2010, ada 24 penjual ikan yang tergabung dengan kelompok usaha tersebut.
Advertisement
Melihat Proses Pengasapan
Proses pengasapan ikan dimulai dari penimbangan. Setiap ikan dijual dengan harga yang berbeda. Untuk ikan mujair dan nila, dijual dengan harga Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram, ikan patin dibanderol seharga Rp24.000 per kilogram, ikan gurami dan bandeng dijual seharga Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Setelah ditimbang, proses selanjutnya yakni membersihkan kotoran yang ada di perut ikan. Berikutnya, ikan dicuci hingga bersih dan ditusuk menggunakan tusuk ikan. Ikan siap diasapkan di tungku terbuka yang sudah disiapkan.
Pengasapan itu disebut dengan istilah pengasapan panas (hot smoking), di mana ikan yang akan diasap diletakkan cukup dekat dengan sumber asap. Suhu tempat penyimpanan ikan diusahakan mencapai 1.000 derajat celsius.
Sedangkan untuk lama proses pengasapan bervariasi. Tergantung dari bentuk dan jenis ikan hingga pengaruh angin yang ada di sekitar lokasi pengasapan. Waktu proses pengasapan untuk ikan kecil berkisar antara 20 menit-1 jam. Sementara, ikan sedang antara 2-4 jam, dan ikan besar antara 4-6 jam.
Advertisement
Sediakan Beragam Ikan
Para penjual menyediakan beragam jenis ikan, mulai dari ikan mujair, nila, patin, gurami, dan ikan bandeng. Setiap hari, Pasar Ikan Asap Kedungboto ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Terlebih pada akhir pekan. Para pengunjung yang datang tak sedikit yang berasal dari luar daerah.
Pasar ikan asap ini dikelola oleh warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Tujuannya ialah meningkatkan harga jual ikan untuk mendukung peningkatan perekonomian warga setempat.
Advertisement
Wisata Kuliner Menjanjikan
Waktu yang cukup lama untuk proses pengasapan otomatis membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit. Para pedagang ikan asap di Pasuruan memilih menggunakan batok kelapa sebagai bahan bakarnya.
Proses pengasapan ikan sendiri terbilang sulit. Jarak pengasapan yang terlalu dekat bisa membuat ikan gosong. Sementara jika jaraknya terlalu jauh, ikan tidak kunjung matang alias membutuhkan waktu yang lama. Jarak pengasapan antara ikan dengan panggangan yang baik berkisar antara 20-25 cm.
Menurut Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kehadiran usaha pengasapan ikan berpotensi sebagai kawasan kuliner yang menjanjikan. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan para penjual, wisata kuliner ini juga membangkitkan perekonomian desa setempat.